SosialTabanan

Antisipasi PMK, TNI-Polri dan Forkopimda Tabanan Gerak Cepat

TABANAN, Kilasbali.com – Antisipasi munculnya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak, TNI-Polri dan Forkopimda di Tabanan gerak cepat.

Dandim 1619/Tabanan Letkol Inf Ferry Adianto dan Kapolres AKBP Ranefly Dian Chandra serta jajaran Forkopimda yang dipimpin Sekda I Gede Susila bergerak cepat untuk mengantisipasi dan mencegah munculnya PMK pada hewan ternak di Kabupaten Lumbung Beras Bali ini.

Rapat Koordinasi oleh Forkopimda Tabanan segera digelar setelah ditemukannya beberapa kasus PMK di wilayah Bali oleh dinas terkait. Rapat koordinasi ini untuk pembentukan Satgas Penanganan PMK yang melibatkan unsur terkait di Pemda Tabanan tersebut berlangsung di  Ruang Rapat VIP Lantai II Kantor Bupati Tabanan Jln. Pahlawan No.19 Desa Delod Peken Tabanan, Selasa (5/7).

Baca Juga:  Tim Wasev Mabesad Tinjau TMMD ke- 114 Tabanan

Tampak hadir Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan I Made Subagia, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Tabanan I Putu Dian Setiawan, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Tabanan I Wayan Yasa, Kepala Pelaksana BPBD Tabanan I Nyoman Srinadha Giri dan Kapten Kav Haryanto Pasi Opsdim 1619/Tabanan.

Seusai melaksanakan rapat koordinasi tersebut, Dandim Tabanan langsung turun ke lapangan untuk mengetahui terkait hewan ternak yang ada di wilayah Kabupaten Tabanan dengan mendatangi kandang sapi milik desa di Banjar Belanban, Petiga, Marga. Dandim tampak didampingi Desa Petiga I Wayan Sugita, Danramil Marga Kapten Inf I Nengah Sudiana, Babinsa dan Kawil Banjar Belanban.

Dandim dalam kesempatan tersebut meninjau sekaligus menanyakan langsung kepada  Perbekel Petiga terkait keadaan ternak dan kandang serta pemeliharaanya untuk mengantisipasi berkembangnya kasus PMK yang ditemukan pada hewan ternak seperti sapi, kambing maupun babi.

Baca Juga:  Energi Bersih Diapresiasi Peserta Forum Sustainable Economic Recovery

“Saat ini perlu tindakan antisipasi terkait merebaknya PMK pada hewan ternak ini, dan harus segera turun ke lapangan untuk memberikan edukasi dan sosialisasi  terhadap penyakit ini, sehingga bisa dideteksi lebih awal dan melakukan tindakan pencegahan yang dapat dilakukan saat ini seperti pembentukan posko dan melaksanakan penyemprotan di masing-masing kelompok ternak oleh petugas,” pungkasnya. (jus/kb)

Berita Terkait

Back to top button