GianyarNews Update

Pra Rekon Cabut Penjor, Terlapor dan Saksi Kompak Mencabut Barengan

GIANYAR, Kilasbali.com – Para terlapor yang berjumlah enam orang prajuru adat dan sejumlah saksi, kompak mencabut penjor secara bersamaan. Namun, setelah disesuaikan dengan berita acara pemeriksaan, perannya sejumlah orang langsung berubah. Gambaran peran masing-masing orang pun semakin jelas.

Hal itu terungkap dalam Pra Rekostruksi kasus pencabutan Penjor di Halaman Mapolres Gianyar, Kamis (7/7).

Menariknya, dalam adegan ketiga saat pencabutan para terlapor yang berjumlah enam orang prajuru adat dan sejumlah saksi, kompak mencabut bersamaan.

Kondisi ini, pun membuat penyidik harus membacakan BAP kepada para terlapor. Hingga akhirnya adegan pun berlanjut sesuai skenario merunut BAP.

Sesuai keterangan awal, disebutkan ada sekitar 4 atau 5 orang yg mencabut. Tetapi mungkin karena adanya komitmen kebersamaan, senasib sepenanggungan mereka semua mengaku bahwa mereka semua mencabut Penjor.

“Ini kan tidak masuk akal, mencabut penjor itu cukup dilakukan oleh dua orang dewasa saja sudah cukup. Ya jadi adegan ketiga memang agak menjelimet karena kita harus sesuaikan lagi peran mereka dari hasil pemeriksaan yang sudah kita lakukan,” ungkap Kasat Reskrim Polres Gianyar, Akp Ario Seno Wimoko.

Baca Juga:  Ditarik ke Polda, Kompol Astawa Tuntaskan Hibah Lahan Mapolsek Gianyar

Lanjutnya, dari 10 adegan yang kita rencanakan, menjadi 9 adegan. Dalam Pra Rekon ini juga ditegaskan sudah memberikan cukup gambaran.

“Lima hinga enam orang kemungkinan statusnya kami tingkatkan menjadi tersangka. Dan mungkin lebih,” yakinnya.

Lanjutnya, dari hasil pra rekon ini, pihaknya tidak akan melaksanakan rekonstruksi lagi. Karena dalam 9 adegan yang disandingkan dengan BAP kurang lebih sama.

Baca Juga:  Energi Bersih Diapresiasi Peserta Forum Sustainable Economic Recovery

“Pra rekonstruksi ini kita adakan di halaman Mapolres, atas dasar pertimbangan situasi keamanan. Yang penting ini dihadiri oleh kedua belah pihak baik pelapor maupun terlapor dan para saksi dan sudah diketahui oleh kejaksaan;” pungkasnya.

Sebelumnya, pencabutan penjor dilakukan saat Hari Penampahan Galungan. Penjor milik
keluarga I Ketut Warka yang ditancapkan di depan pekarangannya di Banjar Taro Kelod, Taro, Tegalalang.

Pencabutan penjor dilakukan oleh para terlapor dan alat-alat penjor yang telah dicabut tersebut, digeletakkan tak jauh dari sebelumnya penjor berdiri.

Baca Juga:  Gerak Jalan Ala Fashion Week

Pencabutan penjor ini adalah buntut dari permasalahan di desa setempat. Dimana  Ketut Warka saat ini tengah ‘kesepekang’  atau dikucilkan oleh Desa Adat Taro Kelod.

Hal itu dikarenakan sempat memenangkan gugatan atas sengketa tanah dengan krama setempat di pengadilan.

Sebelum insiden penjor, halaman rumah Ketut Warka yang sebelumnya pernah menjadi Pemangku di desa adatnya, juga sempat dijadikan menaruh sisa-sisa upakara.

Pihak Pemkab Gianyar pun telah turun tangan atas permasalahan tersebut. Namun sampai saat ini belum menemukan titik terang. (ina/kb)

 

Berita Terkait

Back to top button