GianyarNews UpdateSosial

Tebe Modern di Pura Dalem Wanayu Mas

GIANYAR, Kilasbali.com – Sebuah lobang besar yang disebut dengan Teba Modern serta ratusan lubang biopori di pasang di Pura Dalem Desa Adat Wanayu Mas, Desa Bedulu, Blahbatuh, Minggu (10/7).

Ratusan biopori tersebut tersebar di halaman pura. Harapanya, biopori tersebut menjadi solusi pemilahan sampah pada sumbernya.

Pande Putu Mertayasa, koordinator pelaksana mengatakan, pemasangan biopori dan tebe modern ini bertujuan untuk menggugah, dan menyadarkan masyarakat dalam menjaga lingkungan pada zaman yang semakin berkembang.

“Jika dulu tidak ada sampah plastik masyarakat bisa dengan mudah membaung sampah dengan sembarangan, itu tidak masalah karena nantinya akan terurai,” jelasnya.

Selain itu, lanjut dia, betonisasi juga tidak semasif sekarang, penyerapan air ketanah juga tidak ada masalah. “Berbeda dengan saat ini, sampah palastik banyak betonisasi halaman pun semakin masif untuk kepentingan estetika, sehingga diperlukan hal yang sama untuk keseimbangan,” ujarnya.

Pande mengungkapkan, Biopori ini diharapkan dapat berfungsi sesuai dengan fungsinya yaitu penyerap air dan penyubur tanah sebagai fungsi utamanya.

Baca Juga:  Energi Bersih Diapresiasi Peserta Forum Sustainable Economic Recovery

Fungsi lainnya adalah warga sehabis sembahyang bisa memasukkan sisa persembahyangan berupa bunga, kewangen, dan dupa ke dalamnya, sehingga langsung ada pemilhan sampah berbasia sumber disini.

Selain itu, satu lagi sejenis biopori yang ukurannya lebih besar. Dinamakan tebe modern mempunyai diameter 80cm samapi 100cm dengan kedalaman 2m.

Dipasang di dekat perantenan yang nantinya berfungsi untuk menampung sampah organik, berupa sisa makanan atau sampah dapur dari perantenan saat odalan dan juga sampah organik harian di lingkungan pura. “Hal ini juga bisa diterapkan di rumah tangga,” ujarnya.

Baca Juga:  Gubernur Koster Pertahankan Pegawai Kontrak

Sedikit terkait tebe modern adalah lobang biopori ukuran lebih besar. Fungsinya sama seperti biipori pada umumnya sebagai penyerap air dan penyubur tanah.

Seiring dengan perjalanan waktu dan zaman lahan pembuangan sampah organik yang dulu ada pada halaman bagian belakang rumah, sering disebut tebe sudah mulai terkikis pembangunan.

Sehingga muncul gerakan atau ide membuat tebe yang kekinian yaitu berbentuk lobang yang dapat dibuat di halaman rumah. Bisa disesuaikan dengan situasi lingkungan yang fungsinya menampung sampah organik.

Baca Juga:  IIKBM dan Srikandi Bank Mandiri Meriahkan Penutupan Pameran IKM Bali Bangkit Tahap VI

Wujud dari tebe modern juga bisa dsebut tebe modifikasi karena bisa difungsikan juga menjadi meja atau taman sekelilingnya sehingga bisa lebih estetik, bersih dan rapi.

Pemasangan 100 biopori dan 1 tebe modern tidak butuh waktu lama. Bisa terpasang dalam waktu sehari. Kegiatan ini merupakan kegiatan bersama prajuru Desa Adat Wanayu Mas, ST Putra Sasana Banjar Mas Bedulu.

Serta dalam pelaksanaan ngayahnya dibantu oleh beberapa relawan dari penggiat lingkungan dan Tagana Gianyar. (ina/kb)

Berita Terkait

Back to top button