DenpasarEkonomi BisnisNews UpdatePendidikan

LPM Unwar Gelar PKM Pemberdayaan Pedagang Canang Pasar Kreneng

DENPASAR, Kilasbali.com – Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) Universitas Warmadewa (Unwar) melalui Program Kemitraan Masyarakat (PKM) melakukan pengabdian masyarakat di Pasar Kreneng, Jalan Kamboja, Denpasar. Kegiatan itu bertajuk ‘Pemberdayaan Pedagang Canang untuk Meningkatkan Daya Tarik Pasar Kreneng Sebagai Objek Wisata Berbasis Nilai-Nilai Budaya Bali’.

Dalam kegiatan ini, Ketua Pelaksana Pengabdian Dr. Ni Wayan Sitiari, S.E. ,MM., dengan anggota Ni Nengah Sri Ekayani SE, MSi., dan Ni Nyoman Rusmiati SE., MM., dan dibantu oleh 4 orang mahasiswa. Pada kegiatan pengabdian juga hadir juga Dr. A.A. Media Martadiani selaku narasumber.

Sitiari menyampaikan, tujuan pengabdian ini untuk meningkatkan pemahaman pedagang canang terkait dengan orientasi kewirausahaan, sehingga mereka mampu merencanakan keuntungan melalui penentuan harga pokok yang sederhana, mampu menjaga kualitas produk, kualitas pelayanan, dan mampu menata fasilitas berjualan dengan baik.

Baca Juga:  Informasi Bahan Baku Utama Dalam Mengeksekusi Keputusan

“Tujuan yang lain dalam pengabdian ini, untuk meningkatkan kontribusi pedagang canang dalam mendukung peran pasar tradisional sebagai tujuan wisata. Pedagang canang diharapkan mampu menunjukkan ciri khas masyarakat Bali berbudaya agama yang berbasis nilai-nilai kearifan lokal yang ada di Bali,” jelasnya di Denpasar, Selasa (12/7).

Menurunnya, masalah yang dihadapi sebagian besar pedagang canang di Pasar Kreneng, yakni rendahnya niat kewirausahaan yang berdampak terhadap masalah kemampuan merencanakan keuntungan, menjaga kualitas pelayanan, kualitas produk, dan minimnya sarana yang dipergunakan dalam berjualan.

Disamping permasalahan itu, lanjut dia, pedagang cenderung susah diatur, sehingga memberikan kesan pasar tidak ditata dengan baik. “Mereka juga berjualan dengan fasilitas seadanya, belum mempergunakan meja untuk berjualan. Solusi yang ditawarkan dari team LPM UNWAR yaitu dengan memberikan penyuluhan dan pendampingan bagaimana menata produk yang dijual, sehingga kelihatan menarik,” bebernya.

Baca Juga:  Canna Bali Jadi "One Stop Destination" di Kawasan Nusa Dua

Menurut Sitiari, sebagai pedagang canang adalah profesi yang sangat mulia karena membantu orang lain untuk berbakti kepada Tuhan. Sebagai pedagang canang harus dilakukan dengan tulus ikhlas. Sebagai pedagang canang harus menjaga kesucian secara sekala dan niskala. Sehingga bener-bener bertaksu dapat menarik pembeli.  “Tempat berjualan juga perlu ditata dengan baik, LPM memberikan sumbangan berupa meja lipat,” ungkapnya.

Baca Juga:  Cok Ace Dorong Gerakan Lebih Cepat untuk Tekan Angka Stunting

Sitiari menyatakan, outcome kegiatan pengabdian ini mampu memotivasi pedagang canang  untuk semangat dengan jiwa kewirausahaan yang berbasis nilai-nilai budaya lokal Bali, yaitu merasa jengah dengan semangat yang tinggi untuk mencapai kehidupan yang lebih baik, selalu bersyukur dengan berbakti kepada Tuhan dan menjunjung nilai-nilai menyama braya dengan saling memotivasi diantara pedagang canang yang lain.

Dalam pengabdian tersebut, Nengah Sri Ekayani mengungkapkan bahwa pedagang canang menentukan harga tidak berdasarkan perkiraan tetapi harus diperhitungkan dengan baik. Sementara itu, Sri Ekayani menjelaskan bagaimana cara menentukan harga pokok dengan metode yang paling sederhana. Sedangkan AA. Martadiani memberikan pendampingan dalam menata dagangan dengan baik. (jus/kb)

Berita Terkait

Back to top button