DenpasarEkonomi Bisnis

JNE Ngajak Online

Goll..Aborasi Bisnis Online Kota Denpasar

DENPASAR, Kilasbali.com – Sebanyak 30 juta UMKM yang ada di Indonesia ditargetkan mampu beralih ke digitalisasi pada tahun 2024. Target ini bukan angka yang kecil, sehingga mendorong para pemangku kepentingan untuk melahirkan inovasi yang mampu mendukung aktivitas UMKM di seluruh Indonesia.

Termasuk perusahaan jasa pengiriman dan logistik yaitu JNE, yang pada kesempatan ini, RaBU (20/7), menggelar webinar JNE Ngajak Online, Goll..Aborasi Bisnis Online Kota Denpasar. Menghadirkan lebih dari 150 UMKM setempat, webinar ini telah mengupas berbagai wawasan menarik seputar membangun bisnis di era digital.

Branch Manager JNE Denpasar, Ni Nyoman Alit Septiniwati yang akrab disapa Alit membuka gelaran ini dengan menyampaikan, pihaknya menginginkan JNE tidak hanya membantu UMKM pada kebutuhan distribusi, namun juga untuk go online sehingga produk yang dihasilkan UMKM Bali bisa berkembang dan terus maju.

Baca Juga:  Peringatan Hari Jadi ke-64 Provinsi Bali

“JNE sebagai perusahaan di bidang logistik dan jasa pengiriman terus berupaya untuk mendukung aktivitas UMKM di Denpasar melalui berbagai layanan. Seperti adanya gratis ongkos kirim, pelatihan yang rutin digelar oleh JNE seperti Ngajak Online, hingga potongan harga ongkos kirim di saat-saat tertentu,” ujarnya.

Selain itu, lanjut dia, JNE juga mengadakan layanan pergudangan atau e-fulfillment bagi konsumen yang membutuhkan ruang menyimpan produk hingga sampai di tangan pelanggan. Hal ini menjadi dukungan nyata JNE untuk mendorong produktivitas UMKM setempat.

“Denpasar merupakan kota ke-29 dari gelaran webinar JNE Ngajak Online 2022 – Goll…Aborasi Bisnis Online yang pada tahun 2021 telah dilakukan di 60 kota di seluruh Indonesia. Setelah Kota Denpasar, gelaran roadshow ini akan kembali hadir di Kota Purwakarta pada 21 Juli 2022,” pungkasnya.

Hal ini disambut baik oleh kedua narasumber yang hadir dari pegiat UMKM, yaitu Bagus Galih Hastosa selaku Creative Director Manikan dan Vonzealous selaku Creative Director Voondurend Love Company. Meski sempat terdampak pandemi, kedua UMKM yang bergerak di bidang fesyen ini membuktikan bahwa media sosial berhasil memainkan peranan esensial agar tetap survive di era post-recovery.

Baca Juga:  Anniversary Dua Bali Drumholics~Bangkung Wanen

Merintis Voondurend Love Company sejak 2008, Vonzealous menyampaikan pandemi menjadi titik balik bagi bisnisnya untuk aktif di kanal digital. “67 persen penjualan kami dari online, di awal pandemi kami sangat liar karena seluruh sektor bisnis sedang memasuki era digital dan IoT (Internet of Things). Dengan aktif berbisnis online, pendapatan kami di tahun 2021 meningkat hingga 55 persen,” kata Vonzealous.

Vonzealous juga menekankan pentingnya memahami sudut pandang konsumen untuk mengembangkan produk. “Kami rutin melakukan penilaian terhadap produk kita dari kacamata konsumen menggunakan formulir online, hal ini penting untuk terus meningkatkan kualitas yang menjadi core value bisnis kami,” ujarnya.

Baca Juga:  Mimih! Investor Hotel Tanpa Izin Hancurkan Tebing di Pantai Jimbaran

Hal ini sejalan dengan Bagus Galih Hastosa selaku Creative Director Manikan yang hingga saat ini aktif memproduksi konten di media sosial. “Melalui media sosial, kita ingin bicara mengenai kreativitas, bagaimana konsumen menyukai produk kita yang sesuai dengan tren fesyen saat ini. Untuk itu, kita selalu membuat konten yang untuk mengenalkan batik atau cara penggunaan kain,” ujar Bagus.

Untuk memenangkan ketatnya persaingan UMKM di era ini, kedua narasumber yang hadir sepakat bahwa diferensiasi produk penting untuk digalakkan. “Dari segi desain dan style, produk kami berbeda dengan produk kompetitor. Selain itu produk kami khas akan core value seperti cinta, seni, kehormatan, dan kualitas. Ini yang selalu kami pegang,” ujar Vonzealous. (m/kb)

Berita Terkait

Back to top button