Buleleng

40 Tahun Menanti, Subak Abian Tandur Sari Dikukuhkan

SINGARAJA, Kilasbali.com — Subak Abian Tandur Sari, Desa Bila, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng akhirnya resmi dikukuhkan berdasarkan keputusan Bupati Buleleng nomor 430/381/HK/2022 tertanggal 31 Mei 2022.

Pengukuhan tersebut tak pelak membuat 64 krama (KK) sumringah. Betapa tidak, hampir selama 40 tahun lamanya persisnya 9 Juli 1982 subak itu belum mengantongi keabsahan dari Pemerintah Kabupaten Buleleng.

Kelian Subak Tandur Sari, Wayan Adnya  memberikan apresiasi kepada Perbekel Desa Bila I Ketut Citarja Yudiarta hingga Subak Tandur Sari resmi memiliki SK Bupati Buleleng.

Baca Juga:  Calon Pj Bupati Buleleng Sembilan Orang

“Proses pengajuannya itu sudah berulangkali namun kandas. Kemudian, diajukan lagi 29 Nopember 2019 lalu, sebelum akhirnya direstui 31 Mei 2022. Kami sempat dipanggil dalam rangka penyerahan SK ke kantor Dinas Kebudayaan Buleleng pada 15 Juli 2022,” terang Kelian Adnya, belum lama ini.

Kelian Adnya mengungkapkan, topografi  dari Subak Tandur Sari merupakan lahan tandus dengan mayoritas tanaman keras, seperti Mangga, Jambu Mente dan pohon kayu Jati Emas dan Jati Belanda.

“Jika dihitung lahan penggarapannya kurang lebih 65,85 hektare dengan luasan perkiraan panjang dari arah selatan ke utara itu sekitar 3 kilometer,” ungkapnya.

Baca Juga:  Kampanye Percepatan Penurunan Stunting

Sementara, Perbekel Desa Bila, I Ketut Citarja Yudiarta berharap, kedepannya  Subak Tandur Sari mampu mengemas dan menghadirkan program-program inovasi pertanian dan perkebunan.

“Paling tidak kedepannya Kelian dan krama menghadirkan program inovatif yang menghasilkan produk-produk unggul pertanian dan perkebunan. Misalnya, buah Mangga unggul yang memiliki citarasa khas. Itu (mangga unggul) mampu merambah dan menembus pasar lokal dan nasional,” singkatnya. (ard/kb)

Berita Terkait

Back to top button