GianyarKriminalNews UpdatePeristiwa

Polres Gianyar Jus Hasish Senilai Rp3,5 M

GIANYAR, Kilasbali.com – Polres Gianyar menggagalkan peredaran narkoba terbesar dalam satu dekade.Sebanyak 1,6 Kg hasish senilai Rp 3,5 miliar diamankan dan langsung di-jus oleh Kapolres Gianyar bersama pimpinan instansi terkait di Halaman Mapolres Gianyar, Senin (8/8).

Kapolres Gianyar AKBP I Made Bayu Sutha Sartana mengungkapkan, pihaknya menggagalkan peredaran barang narkotika kelas dewa ini setelah mendapat informasi pesanan atas nama seorang warga negara asing (WNA) di wilayah Ubud.

Namun sayang, hingga di lokasi tujuan, tidak ada pihak yang mengambil paket tersebut. Hingga akhirnya paket itu diamankan dilakukan penggeladahan.

Baca Juga:  Derita Petani Pupuan, Harga Jeruk Anjlok

Sesuai kecurigaan awal, paket itu berisikan beragam produk jajanan yang mengandung narkotika jenis hasish. Bahkan dari hasil pemeriksaan di Lab Forensik, hasish dalam kemasan makannya itu tergolong berkualitas tinggi.

Sementara dari pelacakan identitas pemesannya, nama dan alamat dipastikan fiktif sehingga temuan hasish inipun nihil tersangka.

“Dari perkiraan, keseluruhan hasish yang kita amankan ini senilai Rp 3,5 miliar. Setidaknya 3 tiga ribu orang terselamatkan dari barang terlarang ini,” ungkap Kapolres sembari memblander hasish tersebut.

Baca Juga:  Jelang Porprov, Areal GOR Kebo Iwa Disterilkan

Ditambahkan oleh Kasat Narkoba Polres Gianyar, AKP IGN Winangun, pihaknya mengendus jejaring Narkoba kelas I ini, berawal dari temuan WNA yang sedang fly berat di Ubud.

Pihaknya pun mencurigai WNA itu mengkonsumsi hasish berkemasan jajpanan yang ditemukan dipenginapannya.

“Setelah kami selidiki, ternyata sudah dua kami ada pengiriman barang ini dari Amerika Serikat. Dan yang ketiga kalinya ini kami coba ungkap, namun sayang pelakunya sangat licin,” terangnya.

Baca Juga:  Panwaslucam di Gianyar Kurang Diminati Perempuan

Winangun mengakui, jika jejaring hasish ini sangat berhati-hati. Bahkan diduga gerak jajarannya saat memantau pengiriman paket sejak dari bandara sudah dideteksi. Bahkan dalam perjalanan pihaknya menemukan orang-orang yang diduga jejaring narkotika asing secara estapet.

“Jaringan antara negara ini terbilang pro. Perjalanan paket ini kami yakin dipantau juga. Dan mungkin saja keberdaan kita dideteksinya. Tapi kami akan terus evaluasi tim saat bergerak di lapangan,” tandas Winangun. (ina/kb)

 

Berita Terkait

Back to top button