GianyarHukum

Berulang Kali Masuk Bui, Pria Ini Masih Bobol Rumah

GIANYAR, Kilasbali.com – Berulang kali masuk bui, rupanya tidak membuat pelaku Ida Made Wiyanta (41) sepesialis pembobol rumah kosong ini kapok. Kini, pria ini harus menjalani pemeriksaan di sejumlah Polsek di wilayah Gianyar dan Denpasar.

Residivis pencurian laki-laki asal Bebandem, Karangasem ini, terungkap telah membobol puluhan rumah kosong di siang hari.

Menariknya, saat tertangkap dengan lugunya pelaku ini mengantar petugas kepolisian ke rumah-rumah yang telah dibobolnya. Sayangnya, barang bukti uang dan perhiasan yang di sasarnya keburu habis dipakai poya-poya, judi, dan main wanita.

Baca Juga:  Menumpuk, Kompos TPA Temesi Minim Peminat

Kapolsek Gianyar Kompol I Gede Putu Putra Astawa, Selasa (9/8), mengungkapkan, aksi pelaku ini memang sempat meresahkan warga. Karena pelaku menyasar rumah-rumah kosong di siang hari.

“Modusnya terbilang sederhana. Memastikan rumah yang di sasarnya kosong, pelaku memanggil pemilik rumah dengan bahasa permisi. Bila ada pemiliknya pelaku pura-pura nanya alamat. Kalau kosong ya langsung dimasuki,” ungkap Kompol Putra Astawa.

Lanjutnya, pelaku beraksi seorang diri dengan loncat pagar dan membobol jendela maupun pintu. Di dalam rumah korbannya, pelaku hanya fokus pada uang dan perhiasan yang dengan mudah dibawa.  Sedangkan barang berharga lainnya seperti peralatan elektronik hingga kelengkapan dapur seperti tabung elpiji diabaikannya.

Baca Juga:  Jelang Porprov, Areal GOR Kebo Iwa Disterilkan

“Tidak semua rumah yang dimasukinya kehilangan. Ada beberapa rumah korban hanya diacak-acak dan ditinggal karena tidak ditemukan uang atau perhiasan emas,” ujarnya.

Menariknya lagi, petugas kepolisian tidak sulit untuk melakukan pemeriksaan pengembangan. Karena dengan lugunya, pelaku menyebutkan semua rumah yang pernah disatroninya. Bahkan sejumlah korban yang tidak melapor kehilangan juga ditunjukkan rumahnya.

“Di Wilayah Polsek Gianyar, ada lima rumah yang ditunjukkannya. Dan hanya 3 pemilik rumah yang melapor. Kami pun hanya bisa memproses di satu TKP karena jejak barang bukti berupa perhiasan emas tidak dapat kami lacak,” tambahnya.

Baca Juga:  Ribuan Krama Unjuk Bhakti ke PN Gianyar

Kali ini, pelaku tidak hanya berurusan dengan petugas kepolisian di Gianyar. Pelaku juga kini berurusan dengan Poltabes Denpasar.  “Dari informasi, pelaku juga membobol banyak rumah di Sukawati hingga Denpasar. Kami sudah saling berkoordinasi lintas wilayah,” pungkasnya. (ina/kb)

Berita Terkait

Back to top button