Ekonomi BisnisSosialTabanan

 Harga Gabah Dipermainkan Tengkulak

TABANAN, Kilasbali.com – Meskipun dikenal sebagai salah satu lumbung pangan Bali, namun petani di Kabupaten Tabanan mengaku masih belum bisa menikmati keuntungan yang maksimal dari penjualan gabah.

Pekaseh Subak Asah, di Desa Karya Sari, Pupuan, Tabanan, Ketut Sudiastra, ketika ditemui beberapa waktu lalu mengakui keuntungan yang dinikmati petani dari hasil penjualan gabah belum bagitu maksimal.

“Rata-rata harga jual gabah kering sebesar Rp4.100 per kilogram, dan petani mendapatkan keuntungan yang tipis. Ini karena harga dipermainkan tengkulak, seharusnya di pasar harga gabah Rp4.400 per kilogram, di petani dibeli dengan harga Rp4.200,” jelasnya.

Baca Juga:  Kementan Perkenalkan Praktik Pertanian Berkelanjutan ke Delegasi AMM G20

Sudiastra mengatakan untuk hasil panen di Subak Asah sendiri, per sekali panen mampu menghasilkan gabah rata-rata sebnyak 7 ton per hektar. Dari hasil panen tersebut, 50 persen diantaranya dijual dan 50 persen lainnya disimpan untuk petani.

Untuk lahan tanam, Sudiastra menyebutkan Subak Asah memiliki luas sawah 75 hektare yang dikerjakan oleh 160 petani. Lahan sawah di Subak Asah berbentuk terasering sehingga petani masih mengelola dengan cara tradisional.

Untuk meningkatkan kesejahteraan petani ini, Kepala Dinas Pertanian Tabanan, I Made Subagia, menyatakan pihaknya sudah melakukan beberapa upaya. Salah satunya adalah dengan bantuan Rice Miling Unit (RMU) atau mesin penggiling lewat Dana Alokasi Khusus (DAK) Pertanian Tahun 2022.

Baca Juga:  Dikunjungi Delegasi AMM G20 , Jatiluwih Lebih Dikenal di Mancanegara

“Untuk anggaran pembangunan gedung tahun 2022 ini sebesar Rp180 juta. Dengan bantuan ini, kami harapkan petani tidak bergantung pada tengkulak dan mendapatkan pendapatan lebih,” jelasnya.

Dengan bantuan RMU dari Dinas Pertanian Tabanan nantinya, gabah akan diserap oleh Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) di Desa Karya Sari. Setelah digiling menggunakan RMU, petani dapat menjualnya dalam bentuk beras, sesuai dengan harga pasar. (m/kb)

Berita Terkait

Back to top button