GianyarNews UpdatePeristiwa

Peristiwa Berdarah di Sawagunung Pejeng Kelod

GIANYAR, Kilasbali.com – Peristiwa berdarah terjadi di Banjar Sawagunung, Pejeng Kelod, Kamis (18/8) sore. Seorang warga Dewa Gede Gunastra (43), tiba -tiba mengamuk dengan senjata tajam di tangan.

Aksinya ini mengakibatkan seorang warga tewas di tempat dalam kondisi tewas mengenaskan. Sedangkan dua korban lainnya yang juga mengalami luka serius kini sedang menjalani perawatan intensif di RSU Gianyar.

Dari keterangan yang dikumpulkan, pelaku awalnya pulang dan masuk ke kamarnya. Entah apa yang menyelimuti pikirannya dia mendekati Dewa Ketut Raka (60) lanjut menghujani korban dengan tusukan pisau.

Baca Juga:  Bali Vibrasi Positif World Tourism Day

Dewa Raka yang pensiunan TNI inipun berusaha melawan namun sejumlah luka dideritanya. Raka pun mencoba berlari dan tersungkur di halaman pekarangan.

Kemudian datang Dewa Putu Suparta yang merupakan kakak pelaku mencoba menolong Dewa Raka. Namun pelaku malah semakin membabi buta dan Dewa Suparta pun kena bacokan di bagian kepala.

Dalam kondisi ini mereka hanya bisa berteriak minta tolong dan pelaku pun keluar rumah. Melihat warga mulai berdatangan pelaku kembali masuk ke pekarangan dna kembali membacok Dewa Raka di bagian paha. Lanjut itu pelaku kabur dan masuk ke rumah tetangganya.

Baca Juga:  Kementan Perkenalkan Praktik Pertanian Berkelanjutan ke Delegasi AMM G20

Namun nasib tetangganya, Dewa Ketut Alit (72) lebih naas lagi.  Dewa Alit yang sudah uzur tidak bisa menghindar hingga jadi korban amukan pelaku yang kian mengganas. Akibatnya, Dewa Alit tewas dengan kondisi mengenaskan.

Beberapa menit kemudian, aparat kepolisian dan Satpol PP Gianyar pun berdatangan ke lokasi.  Mengingat pelaku diketahui mengidap kelainan jiwa dengan cepat aparat kepolisian dan Pol PP mengamankan pelaku dan diikat.

“Pelaku sudah kami amankan ke RSJ Bangli,” ungkap Kasat Pol PP Gianyar I Made Watha Singkat.

Baca Juga:  Ketua DPRD Tabanan Support Liga Livoli Divisi I

Sementara itu, korban tewas dan beberapa korban lainnya dibawa ke RSU Sanjiwani Gianyar. Aparat kepolisan pun masih melakukan olah TKP dan meminta sejumlah keterangan saksi.

Dan dari keterangan pihak keluarga dan catatan medis, pelaku diketahui menderita gangguan Jiwa (ODGJ). (ina/kb)

 

 

Berita Terkait

Back to top button