DenpasarHiburan

Satu untuk Indonesia, Dirly dan R2 Production Gaungkan Persatuan

DENPASAR, Kilasbali.com – Dearly Dave Sompie, penyanyi sekaligus aktor Indonesia yang akrab disapa Dirly, akan kembali merilis single. Kali ini, lagu yang akan dinyanyikan itu bertema tentang semangat persatuan dan nasionalisme Indonesia, yang merupakan ciptaan Yenny Sucipto, seorang aktivis anti korupsi yang sekarang berada di Kantor Staf Presiden (KSP).

Rencananya, lagu dengan aransemen musik yang kental dengan kebudayaan ini akan di-launching akhir Agustus mendatang. Saat ini, pihaknya tengah mempersiapkan video klip lagu tersebut. Produksi lagu dan video klip lagu ini berada di bawah naungan R2 Production, yang merupakan perusahaan hiburan/entertain milik Yenny Sucipto.

“Project lagu ini, kita bekerja sama dengan R2 Production. Dan kita di Bali, dalam rangka syuting video klip lagu ini. Proses syutingnya berlangsung selama dua hari, Sabtu (20/8/2022) dan Minggu (21/8/2022). Berlangsung di dua tempat, yaitu Kintamani pada Sabtu. Dan di Gili Putih, Minggu. Rencananya, launching lagu beserta video klipnya akhir Agustus,” kata Dirly kepada awak media dalam konferensi pers yang berlangsung di Gentlemen Garage, Jalan Sidakarya, Denpasar, Bali, Senin (22/8/2022).

Baca Juga:  Discovery Mall Bali Sukses Gelar "Ultra Beach Bali 2022"

Tak ada hambatan dalam proses pembuatan video klip ini. Semua berjalan sesuai rencana. Dirly turut berbangga bisa menjadi bagian dalam project ini. Apalagi, lagu yang dibawakan tentang semangat perasatuan dan nasionalisme Indonesia.

“Pengalaman bekerja sama dengan R2 Production ini luar biasa. Ini lagu menceritakan tentang semangat persatuan dan kesatuan bangsa, tentunya saya bangga bisa menyanyikan lagu ini. Dan semoga dapat memberi kontribusi bagi bangsa dan negara kita,” ungkapnya.

Disampaikan Dirly, Bali dipilih sebagai tempat syuting video klip karena Pulau Dewata merupakan salah satu daerah yang kental dengan nilai-nilai budayanya. Di sisi lain, dalam musik dan video klip juga menampilkan alat musik dan tarian asal Bali.

“Bali adalah salah satu daerah dari beberapa daerah di Indonesia yang nilai-nilali budayanya masih tetap terjaga hingga sekarang. Di musik dan video lagu ini, juga menampilkan alat musik dan tari asal Bali,” jelasnya.

Baca Juga:  World Walking Day

Karakter vokal Dirly, oleh manajemen R2 Prodution dinilai cocok membawakan lagu tersebut. Itulah alasan kuat R2 Production mempercayakan lagu ini dinyanyikan oleh penyanyi kelahiran Manado tersebut. Sementara untuk musik dan video klip, berkonsep nusantara. Dengan memasukkan instrumen alat musik tradisional dan pakaian adat dari berbagai daerah.

Sementara untuk musik beserta pembuatan video klip, adalah Yenny Sucipto yang langsung berperan sebagai music director dan produser. Dibantu Denny Pinontoan sebagai music arranger.

Dalam lagu ini, Dirly juga berkolaborasi dengan seorang penyanyi rapper muda berbakat asal Lampung, Awang Shidiq. “Senang bisa berkolaborasi dengan Dirly. Dan suatu kebanggaan juga bagi saya bisa bergabung dalam project ini, Bersama R2 Production,” kata Awang.

Lebih lanjut, tentang lagu ini, dipersembahkan Yenny Sucipto untuk Indonesia. Lagu ini menceritakan semangat persatuan dan nasionalisme Indonesia yang harus dijaga dan harus terus digelorakan.

Baca Juga:  Dorong Pemanfaatan EBT, Pemprov Sosialisasikan Penggunaan PLTS Atap

“Indonesia, tidak akan bisa merdeka kalau dahulu kala pemudanya tidak bersatu. Kesadaran senasib sepenanggungan yang kemudian melahirkan persatuan dan perjuangan saat itu, itulah yang membawa Indonesia merdeka, yang diproklamasikan Bung Karno dan Bung Hatta kala itu,” kata Yenny, pencipta lagu sekaligus pemilik R2 Production.

Yenny sadar, menjaga semangat persatuan di tengah keberagaman adalah sesuatu yang penting dilakukan dalam rangka menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dan ada banyak cara untuk menjaga dan terus menggaungkan semangat tersebut. Termasuk dengan lagu.

“Bangsa Indonesia ini merupakan bangsa yang majemuk, beragam, tidak hanya milik satu golongan, satu kelompok, oleh karenanya harus menghargai satu sama lain. Harus mengedepankan toleransi, semangat kebinekaan, semangat persatuan, itu yang harus kita jaga terus, menuju Indonesia jaya, berdasarkan cita-citanya, yaitu Indonesia adil dan makmur,” ujar salah satu dari 100 pemimpin perempuan berpengaruh di Asia versi Hivos itu. (m/kb)

Berita Terkait

Back to top button