CeremonialDenpasarEkonomi Bisnis

Penguatan Pemberdayaan Perempuan Pascapandemi

Rakerda IV Iwapi Bali

DENPASAR, Kilasbali.com – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Provinsi Bali menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) IV bertajuk ‘Penguatan Pemberdayaan Perempuan Pascapandemi Covid-19′ di Quest Hotel, Jalan Mahendradatta, Denpasar, Sabtu (27/8).

 

Dalam Rakerda ini, juga diisi dengan pengumuman DPC Iwapi teladan dan juga pengusaha teladan tingkat provinsi Bali. Adapun pemenang Iwapi Teladan, yakni DPC Kabupaten Buleleng.

 

Ketua DPD IWAPI Bali AA Tini Rusmini Gorda menegaskan, anggota Iwapi merupakan pengusaha perempuan, sehingga dalam setiap kegiatan tidak membebani anggaran pemerintah. Karena telah menegaskan diri sebagai pengusaha perempuan. Untuk itu, pihaknya berharap agar instansi yang diundang bisa hadir dalam setiap undangan.

 

Dalam kesempatan itu, Tini Gorda juga menyinggung terkait G20 di mana UMKM juga dilibatkan pameran menyambut para delegasi. “Iwapi tidak dilibatkan, tapi anggota kita ada yang ikut pameran. Tidak apa-apa, yang penting ada anggota kita yang ikuti walaupun tak mewakili Iwapi,” ujarnya.

 

Baca Juga:  Pendekar Lintas Generasi ‘Unjuk Gigi’

Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace) yang juga Dewan Pembina Iwapi Bali melalui Asisten II Setda Provinsi Bali, Ni Luh Made Wiratmi menyampaikan apresiasi atas Rakerda IV ini.

 

“Hampir tiga tahun tiarap akibat pandemi, tapi saya lihat Iwapi melalui Ibu Ketua Tini Gorda tetap aktif membina UMKM di Bali. Astungkara UMKM tetap maju di tengah pandemi,” ujarnya.

 

Rakerda ini, kata dia menjadi momentum yang tepat untuk mendorong perempuan semakin mampu bersaing dan bangkit dari keterpurukan akibat pandemi. “Di Bali semakin bangkit dengan adanya digital,” ungkapnya.

 

Sebelumnya, Ketua Panitia Rakerda, I Made Ayu Sriyanti menyampaikan, Rakerda IV ini merupakan ajang evaluasi, dan menyusun program kerja tentang program kerja yang dilakukan selama setahun Iwapi baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

 

Terkait tema, Sriyanti membeberkan bahwa pandemi sangat berdampak bagi perekonomian, khususnya ibu-ibu dalam menopang ekonomi keluarga. “Ini kita bahas dalam Rakerda ini,” ungkapnya.

Baca Juga:  IDCamp Developer Challenge 2022

 

Dia menambahkan, dalam Rakerda ini juga diisi dengan pameran UMKM perwakilan dari masing-masing DPC Iwapi. “Pameran ini juga sebagai ajang promosi bagi para UMKM,” tandasnya.

 

Sementara itu, Ketua Umum DPC Iwapi Buleleng Ni Luh Putu Gunatri yang meraih Iwapi Teladan menyampaikan, tidak mengetahui kenapa Iwapi Buleleng meraih prestasi. Kendati demikian, pihaknya mengaku melaksanakan kegiatan sesuai dengan program Iwapi.

 

“Hasilnya, rata-rata binaan kami, terutama perempuan pengusaha UMKM sudah ada kemajuan. Bahkan anggota kami sudah ada yang menjadi binaan BUMN, dan meraih prestasi. Selain itu, di setiap desa juga kami adakan festival untuk mengangkat potensi desa baik itu dari segi konten ekonomi, pariwisata, dan budaya,” tandasnya.

 

Rakerda ini juga diisi dengan pameran berbagai produk karya anggota Iwapi. Mulai dari kerajinan, kebaya, kain, hingga kuliner. Salah satunya produk Umah Tuak Jembrana yang menyajikan tuak manis, loloh cemcem, fooding, salad buah, hingga krupuk daun kelor.

Baca Juga:  Primo Rasendriya Rilis Album Perdana Berjudul "Kisah Sempurna"

 

Anggota Iwapi Jembrana yang juga Owner Umah Tuak, Gusti Agung Ayu Kartini Dewi tampak sumringah saat mengikuti pameran ini. Karena, dapat kesempatan promosi gratis untuk menambah pelanggannya. Bahkan, produk yang dibawanya laris manis diborong pembeli.

 

“Saya mulai berjualan sejak dirumahkan dari pengawai bank 1,5 tahun lalu. Saya jualan di Jalan Kutai, Sebual, Jembrana,” tuturnya.

 

Produk yang dijual, lanjut dia, sudah memiliki beberapa pelanggan. Baik itu di Jembrana hingga di Denpasar. “Selain perorangan, juga ada dari Pemda Jembrana, hingga Restoran Sekar Jepun Denpasar,’ lanjutnya.

 

Menurutnya, produk unggulan yang paling banyak peminatnya adalah tuak manis. Bahkan disukai Bupati Jembrana, Gubernur Bali, hingga Kapolda. “Tuak manis dijadikan sajian minuman untuk menyambut tamu,” ujarnya.

 

Untuk bahan-bahannya, sebut dia, diambil dari bahan premium berkualitas terbaik. “Produknya dijamin, karena saya pakai yang terbaik. Kendati demikian, dari segi harga sangat terjangkau. Rp 10 ribu per produk,” pungkasnya. (jus/kb)

Berita Terkait

Back to top button