Denpasar

Triad KRR Duta Genre

DENPASAR, Kilasbali.com – Duta Generasi Berencana (Genre) Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) memiliki simbul Triad KRR. Pertama tidak melakukan sek pra nikah, tidak menikah usia dini, dan tidak NAPZA.

Hal tersebut disampaikan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali, dr. Ni Luh Gede Sukardiasih saat peringatan International Youth Day dan HUT ke-4 Forum Genre Provinsi Bali Tahun 2022 di Gedung Ksiarnawa, Taman Budaya Bali di Denpasar, Minggu (28/8).

“Tiga ini harus dihindari. Apalagi di masa sekarang ini IT berkembang pesat. Tentunya keluarga itu melindungi dan memantau anaknya jangan sampai terbawa/terpengaruh hal negatif,” jelasnya.

Baca Juga:  Primo Rasendriya Rilis Album Perdana Berjudul "Kisah Sempurna"

Untuk menghindari tiga hal tersebut, lanjut dia, BKKBN sejak empat tahun lalu membentuk kader duta Genre di sekolah-sekolah.

“Duta Genre ini sebagai agen perubahan untuk memberikan penyuluhan kepada teman-temanya di sekolah dan lingkungan sekitar,” bebernya.

Sukardiasih mengungkapkan Duta Genre BKKBN Bali telah mampu meraih juara I tingkat nasional, atas nama I Kadek Marssel Bagia Sedana dari Duta Genre Jembrana.

“Dia akan melakukan penyuluhan dan edukasi ke masyarakat tidak hanya di Bali, tapi keliling ke seluruh Indonesia,” kata Duta Genre Indonesia ini.

Baca Juga:  Tangani Penglihatan, Putri Koster Apresiasi Perawat dan Tenaga Medis

Terkait HUT Forum Genre, Sukardiasih berharap remaja di Bali menyiapkan diri berencana untuk kehidupan ke depannya. Mulai dari menyiapkan pendidikan, pekerjaan, hingga berencana untuk berkeluarga.

“Dengan berencana, maka lahirlah generasi yang berkualitas. Untuk itu belajarlah dengan baik, khususnya hal-hal yang positif,” imbaunya.

Sementara itu, Kadek Marssel mengungkapkan, sebagai Duta Genre maka dirinya melakukan kegiatan sesuai dengan program yang dicanangkan BKKBN. Salah satunya yang sedang gencar dilakukan, yaitu pencegahan stunting.

Baca Juga:  Herd Immunity PMK

“Selain itu, juga mengajak teman-teman di sekitar kita untuk merencanakan masa depan mereka,” tuturnya.

Lanjutnya, di Bali sendiri di sembilan kabupaten/kota telah ada Duta Genre yang bisa diajak kerjasama dan berkolaborasi.

Marssel mencontohkan, untuk stunting yang merupakan masalah gizi kronis, maka diberikan sosialisasi dan edukasi kepada remaja tetang bagaimana memenuhi gizinya. “Tentang gizi seimbang,” ujarnya.

Menurutnya, remaja kebanyakan menyukai fast food/junk food. “Itu sebenarnya tidak masalah, asal jangan makan berlebihan. Harus seimbang sesuai porsi,” katanya. (jys/kb)

Berita Terkait

Back to top button