GianyarSosial

Kota Gianyar, ‘Dikepung’ Limbah Industri dan Rumah Tangga

GIANYAR, Kilasbali.com – Kota Gianyar yang kini terlihat bersih dan asri, nyatanya memiliki persoalan limbah. Ironisnya, pembuangan limbah jenis industri dan rumah tangga ini berjamaah dan berlangsung lama.

Kondisi ini pun belum mendapat perhatian serius dari instansi terkait.

Pantauan, Selasa (30/8), limbah cair yang mengalir di hampir seluruh sistem pembuangan, dari got hingga air irigasi sudah terkontaminasi limbah.

Salah satu yang mencolok adalah di wilayah Kelurahan Beng berlanjut Kelurahan Gianyar.

Jika pembiaran terus berlangsung, pencemaran lingkungan lebih parah pun kini menghantui Kota Gianyar.

Dari penuturan warga, pencemaran tersebut berupa limbah industri rumahan yang bercampur dengan limbah rumah tangga milik warga.

Baca Juga:  Les Bahasa Inggris di Puhu, Siswa Bayar Pakai Sampah

Salah satu titik pencemaran mengalir di sepanjang selokan, di Jalan Jata, Kecamatan Gianyar, hingga bermura di sungai yang membelah Kota Gianyar.

Akibat pencemaran tersebut air selokan berwarna hitam, hingga selokan dilapisi kerak putih yang terbawa limbah tersebut.

Tidak hanya itu, bau menyengat dari limbah tersebut pun kerap memenuhi udara di wilayah tersebut.

Baca Juga:  Tat Kala Pemotor Rela Antri Demi BBM Bersubsidi

Dikonfirmasi terpisah, Lurah Beng, Pande Putu Ari Abriana mengatakan hanya menjawab normatif terkait pencemaran tersebut.

Pihaknya akan berkoordinasi dengan kelihan agar tidak lagi membuang keselokan.

“Kami sudah selalu mengimbau agar warga tidak membuang limbah ke keselokan. Terlebih sudah ada septink, biar dimanfaatkan septinknya lagi,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala dinas Lingkungan Hidup, Ni Made Mirnawati, mengatakan akan mengecek kondisi tersebut.

Baca Juga:  Bawaslu Intensifkan Partisipasi Difabel dalam Berdemokrasi

Ditanya tindakan yang akan diambil DLH karena pencemaran yang terjadi sudah bertahun-tahun, Mirna belum menjawab hal tersebut.

“Kami akan cek dumun nggih,” ujarnya singkat. (ina/kb)

Berita Terkait

Back to top button