DenpasarNews Update

Kasus Stunting Tertinggi di Bali, Wabup Karangasem: Ini bukan Main-main!

KARANGASEM, Kilasbali.com – Perwakikan BKKBN Provinsi Bali menggandeng Pemerintah Kabupaten Karangasem melalui Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DinsosPPPAPPKB) Kabupaten Karangasem menggelar Diseminasi Audit Kasus Stunting, Kamis, 8 September 2022, di aula pertemuan Sabha Widya Praja Disdikpora Kabupaten Karangasem.

Kegiatan dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Karangasem, I Wayan Artha Dipa selaku Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) di Kabupaten Karangasem. Turut hadir pula Kepala Dinas Kesehatan Kab. Karangasem, dr. I Gusti Bagus Putra Pertama, Koordinator Bidang KBKR Perwakilan BKKBN Prov. Bali, Debby Martha Legi, Kabid PPKB Dinas Sosial PPPAPPKB Kab. Karangasem, I Wayan Arsiawan Adi serta tim pakar audit kasus stunting Kab. Karangasem.

Pemerintah telah menetapkan Rencana Aksi Nasional Percepatan Penurunan Angka Stunting Indonesia (RAN-PASTI) sebagai isu Program Prioritas Nasional yang menargetkan balita stunting turun menjadi 14% pada tahun 2024 dari kondisi 24,4 % pada tahun 2021, Kabupaten Karangasem sendiri memiliki angka stunting tertinggi di Provinsi Bali, yaitu berada di angka 22.9%. Untuk itu Wabup Artha Dipa menegaskan seluruh stakeholder dan komponen untuk dapat bekerjasama dan berkomitmen dalam penanganan stunting agar dapat mencapai target yang ditetapkan di Karangasem, yaitu 13.44% pada tahun 2024.

Baca Juga:  Sanjaya Tinjau Progres Taman Bung Karno

“Saya harap agar seluruh pemangku kepentingan yang hadir hari ini dapat memberikan komitmennya dalam percepatan penurunan stunting di Kabupaten Karangasem sebagai prioritas utama di tingkat kabupaten hingga tingkat desa, komitmen untuk mengoptimalkan mobilitas sumber daya, koordinasi, melaksanakan pemantauan dan evaluasi sebagai upaya memastikan program terus berjalan dengan baik” Ujarnya.

Lanjut Wabup Artha Dipa menjelaskan bahwa stunting ini sangat besar dampaknya bagi masyarakat, tidak hanya ukuran tubuh yang pendek, tetapi juga mempengaruhi kualitas SDM.

“Stunting dapat mempengaruh aspek kehidupan secara menyeluruh, seperti tingkat kecerdasan, kualitas kesehatan dan akhirnya berdampak pada kesejahteraan masyarakat. Jadi ini harus ditangani dengan serius, tidak boleh main-main,” tegasnya.

Baca Juga:  Discovery Mall Bali Sukses Gelar "Ultra Beach Bali 2022"

Sementara Kabid PPKB Dinas Sosial PPPAPPKB Kab. Karangasem I Wayan Arsiawan Adi menjelaskan bahwa kegiatan Diseminasi Audit Kasus Stunting bertujuan mengidentifikasi risiko, mencari penyebab serta menganalisis faktor risiko terjadinya stunting.

“Diseminasi ini adalah langkah ketiga setelah dilaksanakannya pembentukan tim audit, pelaksanaan audit serta terakhir nantinya kegiatan tindak lanjut dari kegiatan audit kasus stunting,” terangnya.

Lebih lanjut dijelaskan Arsiawan , dalam pelaksanaan kegiatan audit kasus stunting, melibatkan tim teknis dan tim pakar.

Baca Juga:  Dorong Pemanfaatan EBT, Pemprov Sosialisasikan Penggunaan PLTS Atap

“Dalam mensukseskan kegiatan audit kasus stunting, tim audit membentuk tim teknis dan tim pakar baik dari dokter spesialis anak, spesialis kandungan, ahli gizi maupun dari psikolog,” jelasnya

Berdasarkan hasil audit kasus stunting yang dilaksanakan pada 5 kasus, di antaranya pada ibu hamil, balita, baduta, ibu nifas dan calon pengantin (catin) yang hasilnya telah diberikan evaluasi dan rekomendasi oleh tim pakar. Untuk selanjutnya diharapkan lintas sektor terkait dapat menindaklanjuti hasil tersebut untuk penurunan stunting. (m/kb)

Berita Terkait

Back to top button