CeremonialDenpasar

Dongkrak Bangga Kencana

BKKBN Bali Gelar Pelatihan Bagi Bidan

DENPASAR, Kilasbali.com – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bali menggelar kegiatan Konseling Berimbang bagi bidan. Kegiatan ini merupakan langkah awal untuk mendongkrak capaian program Bangga Kencana di Provinsi Bali.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali, dr. Ni Luh Gede Sukardiasih saat membuka acara di Swiss Bell Watu Jimbar, Rabu (28/9).

“Saat ini sedang dilaksanakan pelayanan KB dimulai 1 Agustus hingga 30 September dalam rangka hari kontrasepsi sedunia. Peran tenaga bidan dalam pelayanan ini sangat penting untuk memberikan pelayanan yang berkualitas,” tegas dr Luh De

Baca Juga:  Bule Oleng Nyasar di Renon

dr. Luh De juga menyampaikan bahwa pelayanan juga perlu ditingkatkan melalui peningkatan konseling alat kontresepsi kepada masyarakat pasangan usia subur sehingga masyarakat mengetahui manfaat dan efek samping dari alat kontrasepsi.

“Tidak hanya pemasangan alat kontrasepsi, bidan juga perlu meningkatkan konseling dan evaluasi setelah pemasangan sehingga kita tau apa saja efek samping yang dirasakan akseptor dan bisa disesuaikan kembali pelayanannya,” jelas dr Luh De.

BKKBN berkewajiban untuk memberi pelatihan kepada petugas kesehatan khususnya bidan untuk peningkatan kompetensi dalam rangka pemberian layanan yang berkualitas.

Baca Juga:  Memberantas Korupsi Harus Mulai dari Diri Sendiri

“Ini perlu disyukuri, karena melalui BKKBN para petugas bisa mendapatkan pelatihan untuk meningkatkan kapasistasnya,” tambah dr Luh Deh

dr. Luh De menegaskan bahwa petugas kesehatan juga ikut berkontribusi dalam capaian unmetneed. “Saat ini Bali memiliki unmet need yang cukup tinggi, yaitu 18%, ini menjadi tugas kita semua untuk meyakinkan masyarakat untuk menggunakan alat kontrasepsi,” ucap dr.Luh De

Selain itu, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali juga berharap agar para Bidan dapat memberikan sosialisasi kepada catin (calon pengantin) terkait pemeriksaan 3 bulan sebelum menikah dan 4 terlalu (terlalu banyak, terlalu dekat, terlalu tua, terlalu muda) kepada pasangan usia subur untuk mengurangi kemungkinan resiko stunting ke depannya.

Baca Juga:  RSUD Nyitdah Berubah Nama Jadi RSUD Singasana

Kegiatan ini dilaksanakan selama 4 hari yaitu dimulai dari 28 hingga 01 oktober dan narasumber yang hadir dari PC IBI Bali, Ni Wayan Yuni Asih dan Dinkes Provinsi Bali, Ni Wayan Deviani S.Kep., Ns M.Si . Peserta yang hadir sebanyam 30 orang terdiri dari bidan rumah sakit , puskesmas dan PMB. (eka/kb)

Berita Terkait

Back to top button