Buleleng

Senderan Ambrol Ancam Pemukiman

Objek Wisata Pantai Kerobokan Dibayangi Abrasi

SINGARAJA, Kilasbali.com — Senderan sepanjang kurang lebih 300 meter dengan ketinggian lebih dari 10 meter di bantaran Tukad Penarukan ambrol. Kondisi ini sangat mengkhawatirkan. Betapa tidak, tepat diatas ambrolnya senderan batu itu, terdapat kawasan padat pemukiman. Lokasi ambrolnya senderan persisinya di Banjar Dalem, Desa Kerobokan, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng.

Pantauan, terdapat 12 rumah dariĀ  total sebanyak 40 rumah di kawasan itu yang terancam tergerus akibat senderan batu semi permanen ambrol.

Kadek Sukerta (48) salah seorang warga yang tinggal diatas ambrolnya senderan mengaku sangat khawatir. Ia menceritakan, tanah pekarangan rumahnya sudah mulai tergerus dan mengalami kerusakan. Terlebih, kejadian lima (5) hari lalu, ketika melihat tanah perkebunan disebelah utara rumahnya tergerus dan hanyut tersapu air.

“Berharap sekali pemerintah segera membantu bangun senderan permanen karena tanah sudah mulai bergeser digerus air,” singkatnya.

Perbekel Desa Kerobokan Putu Wisnu Wardana menyebut, pihaknya telah berulangkali menyurati Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang terkait kondisi darurat tersebut.

Imbuh Perbekel Wisnu, sejatinya senderan batu kali yang dibangun secara gotong-royong oleh masyarakat setempat sudah mulai mengalami kerusakan sejak empat (4) tahun silam.

“Sudah kami laporkan dan bersurat ke PU Buleleng. Namun, penanganannya masih nihil (belum ada jawaban). Kondisinya memang sangat darurat. Bukan saja soal kerusakan, kami khawatir jika debit air Tukad Penarukan naik, bangunan diatas ambrolnya senderan itu berpotensi hanyut tersapu air. Pun, potensi ini mengancam jiwa 12 KK yang tinggal diatas ambrolnya senderan itu,” terangnya saat ditemui pada Rabu (28/9).

Masih kata dia, rencananya Pemerintah Desa (PemDes) Kerobokan akan bersurat ke Dinas PU Provinsi Bali.

“Dalam waktu dekat ini kami akan bersurat ke PU Bali. Pertama itu, soal darurat senderan ambrol dan ancaman abrasi di destinasi wisata Pantai Kerobokan yang saat ini kondisinya juga mengkhawatirkan,” katanya.

Menurutnya, menghindari ancaman abrasi, obyek wisata Pantai Kerobokan butuh tanggul pemecah gelombang ombak untuk mengendalikan abrasi yang saat ini telah menggerus garis pantai.

“Berkas permohonan sedang dipersiapkan dikirim kepada PU Bali. Besar harapan kami, permohonan mendapatkan persetujuan supaya Pantai Kerobokan sebagai salah satu destinasi wisata Kabupaten Buleleng bisa lepas dari bayang-bayang abrasi,” harapnya.

Terpisah, Kepala Dinas PUTR Buleleng, I Putu Adiptha Ekaputra mengatakan, terkait kondisi senderan ambrol di Banjar Dinas Dalem, Desa Kerobokan itu, pihaknya akan

melakukan kordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida.

“Kita segera kan lakukan kordinasi dengan BWS terkait pola penanganan sesuai aset dan kewenangan,” pungkasnya. (ard/kb)

Berita Terkait

Back to top button