BadungSosial

Badung Optimis Turunkan Stunting

    MANGUPURA, Kilasbali.com —Diperlukan komitmen dan kerja keras dari seluruh pihak untuk menurunkan angka stunting, hal ini disampaikan oleh Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa selaku ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) pada kegiatan Rekonsiliasi Percepatan Penurunan Stunting di Ruang Pertemuan Rumah Jabatan Wakil Bupati Badung pada Rabu (05/10).

    “Rekonsiliasi ini tujuannya adalah untuk menyelaraskan upaya seluruh lintas sektor dalam penurunan angka stunting di Kab Badung, sehingga sangat diperlukan komitmen yang kuat untuk bersama-sama menjalankan tugas ini” jelas Ketut Suiasa.

    Baca Juga:  Ulmen Sembahyang Bersama di Pura Sarin Bwana, Sekda Adi Arnawan Mepunia

    Menurutnya, Badung telah melakukan evaluasi internal dan optimis dapat menurunkan angka stunting. “Mengacu kepada data SSGI pada tahun 2021, Kabupaten Badung memiliki kasus stunting sebanyak 8,7% dan saat ini sudah turun menjadi 6,8% (berdasarkan data EPPGBM), kami yakin selanjutnya bisa mencapai target di angka 4,84 pada Tahun 2024,” tambah Suiasa.

    Dia mengimbau agar penggunaan dana APBDES dapat dikelola dengan maksimal. “Saya berharap agar dana APBDES dapat terealisasi minimal 30% untuk penuntasan kemiskinan dan stunting mengingat bahwa kedua hal ini sangat berkaitan,” imbaunya.

    Baca Juga:  Hari Bakti ke-77 TNI AU, Lanud I Gusti Ngurah Rai Gelar Donor Darah 

    Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali, dr. Ni Luh Gede Sukardiasih, MARS mengatakan bahwa dalam mewujudkan SDM yang sehat, cerdas dan produktif serta tercapainya tujuan pembangunan berkelanjutan maka dilakukan percepatan penurunan stunting yang dilaksanakan secara holistik, integratif dan berkualitas melalui koordinasi, sinergi dan sinkronisasi di antara kementerian/lembaga, pemerintah provinsi, dengan pemerintah kabupaten.

    Baca Juga:  Lapas Tabanan Tes Urine Pastikan WBP Rehab Bebas Narkotika

    “Walaupun Bali saat ini peringkat pertama dengan kasus Stunting terendah se-Indonesia, kita tidak boleh lengah dan terus bersinergi bersama-sama dengan seluruh pihak untuk menurunkan angka stunting kalau bisa kita turun di angka 3,5%,” jelas dr. Luh De.

    Dia meminta agar sosialisasi pemeriksaan kesehatan 3 bulan sebelum menikah lebih digaungkan dan berharap Kabupaten Badung dapat mendukung program Bapak Asuh Stunting (Baas). (ek/kb)

    Back to top button