Gianyar

Dua Pekerja Tertimbun Longsoran Tebing, Seorang Tewas

GIANYAR, Kilasbali.com – Dua orang dari 7 orang pekerja gang sedang menggali tanah pondasi, tertimpa longsoran tebing di Banjar Puakan, Desa Taro, Kecamatan Tegallalang, Gianyar. Satu orang berhasil diselamatkan namun seorang lagi meregang nyawa dalam perjalanan ke rumah sakit.

Dari keterangan yang diterima, Minggu (9/10), saat kejadian semua pekerja sedang menggali tanah yang akan digunakan untuk pondasi Sabtu (8/10). Peristiwa naas itu terjadi di proyek senderan jalan akses Villa Ayatara, tepatnya di Banjar Puakan, Desa Taro, Kecamatan Tegallalang, Gianyar. Sebelum kejadian, sebanyak 7 orang pekerja menggali tanah yang akan dijadikan pondasi senderan tembok.

Saat galian 80 cm, membuat labil tebing dipinggir galian dan tebing denga ketinggian sekitar 3 meter itupun longsor dan menimpa para pekerja. Lima orang pekerja berhasil menyelamatkan diri, sedangkan dua orang tertimbun tanah yang longsor.

Baca Juga:  Cuaca Ekstrem, Duo Nyamuk Loreng Harus Diwaspadai

Menurut salah satu pekerja yang berhasil menyelamatkan diri, Nur, asal Wonogiri, Jawa Timur, ketika itu dua orang pekerja yang tertimbun kondisinya, satu orang masih terlihat kepalanya dan satu orang lagi tidak terlihat alias seluruh tubuhnya tertimbun.

Melihat hal tersebut, saksi bersama pekerja yang lain berusaha menggali tanah dengan peralatan seadanya sehingga korban Ach Mukit, asal Jember yang saat tertimbun kelihatan kepalanya.

Sedangkan untuk menyelamatkan korban M. Muharrom, asal Jengawah, diperlukan bantuan eskavator untuk mengeruk tanah.Saat berhasil diangkat dari timbunan tanah, korban M.Muharrom masih bernafas, namun korban dinyatakan meninggal dunia setelah tiba di RSU Payangan.

Baca Juga:  Beroperasi Sebulan, Mie Gacoan Gianyar Diduga Tak Kantongi Izin Lengkap

Kapolsek Tegallalang, AKP I Ketut Sudita menjelaskan bahwa untuk mengevakuasi korban M. Muharrom diperlukan eskavator lantaran timbunan tanah yang cukup tinggi. Sayangnya setelah berhasil dievakuasi, korban tidak bisa bertahan lebih lama. “Sesampainya di RSU Payangan, korban dinyatakan meninggal dunia,” ujarnya Minggu (9/10).

Sedangkan untuk korban selamat, Ach Mukit mengalami sakit pada pergelang kedua kaki dan punggung. “Selanjutnya terhadap korban yang meninggal dunia kita masih lakukan koordinasi untuk bisa menghubungi pihak keluarga,” tandasnya. (ina/kb)

Berita Terkait

Back to top button