Ekonomi BisnisGianyarNews UpdatePariwisata

Senior Citizen Potensi Pasar Garapan Wiswacon

GIANYAR, Kilasbali.com – Wisatawan asing yang berusia uzur memilih tinggal di Bali, kini menjadi bidikan para pengusaha wisata kreatif.

Keinginan wisatawan pensiunan atau Senior Citizen bahkan dijadikan potensi pasar menjanjikan. Potensi inipun digarap olehWiswacon group sebuah perusahaan di Gianyar yang memiliki jejaring di Negeri Sakura.

Bupati Gianyar, I Made Mahayastra yang diwakili oleh Kadispar, I Made Raka pun menyampaikan apresiasinya dengan kehadiran Wiswacon Group ini. Dalam sambutannya saat acara peresmian, Senin (12/10) di Singakerta, Ubud, Bupati menyampaikan dukungannya terhadap pengusaha yang menggugah potensi pariwisata yang belum tergarap ini.

Tidak hanya akan mendukung pembangunan di bidang pariwisataan semata, namun juga berimplikasi positif di sektor lainnya.

“Usaha yang kreatif dna inovatif seperti ini tentunya akan menjadi usaha yang potensial. Karena akan berdampak positif bagi sektor lainnya,” ungkapnya.

Wisatawan pensiunan dari cacatan Dinas Pariwisata, memang menjadi salah satu pasar potensial. Bahkan banyak pensiunan WNA ini yang menetap dan sampai meninggal di Gianyar khususnya.

Baca Juga:  Bule Oleng Nyasar di Renon

Dengan adanya usaha yang secara profesional menggarap pasar ini dengan memadukan segala bentuk pelayanannya, maka akan menambah tawaran wisata di Gianyar.

“Harapan kami, usada ini secara konsisten berjalan dna bersinergi dengan potensi-potensi lokal,” harapnya, yang kemudian dilanjutkan dengan gunting pita sebagai simbol peresmian Kantor Wiswacon Group.

Dirut. PT Manuk Dewata, I Dewa Gede Manacika Ambara Putra, menyebutkan, Wiswacon Group ini merupakan gabungan tiga perusahaan, yakni PT Wiswacon, PT. Aruna Bali Chikara dan PT. Manuk Dewata yang di mana dirinya duduk sebagai direktur.

Tiga perusahaan ini memproyeksikan senior citizen ini yang belum tergarap maksimal di Indonesia. Tidak sekadar menawarkan tempat tinggal, juga melayani keterpaduan semua kebutuhan khusus bagi manula asing ini.

Baca Juga:  Anjing Dilepas Liar Masih Marak

“Rencananya Desember mendatang kami akan menerima 10 orang pensiuanan dari Jepang untuk long stay di Bali. Kami sudah mempersiapkan akumodasinya termasuk segala kebutuhan dan pelayanan yang dibutuhkan,” ungkapnya.

Dalam wujud Senior Living atau Panti Jompo ini, sebutnya sangat banyak dikembangkan di negara-negara tetangga. Namun melihat di Indonesia khususnya di Bali yang belum tergarap dengan bekerja sama dengan perusahaan di Jepang, Panti Jompo Jepang inilah diwujudkan di Bali.

Konsepnya dengan menyiapkan sebuah resort menjadi pemukiman yang menyerupai situasi negara jepang dan Bali.

“Kami menyiapkan pelayanan untuk senior living yang terintegrasi dengan berbagai segmen. Dalam hal ini kami sudah berkordinasi dengan pokdarwis, desa adat untuk saling bersinergi,” ujarnya.

Baca Juga:  Ketua PKP Gianyar ‘Dibidik’ Partai Lain

Dewa Gede Manacika menjelaskan, pengembangan pariwisata pensiunan ini sangat menjanjikan. Karena sejalan dengan dikembangkannya pariwisata kesehatan, pembangunan fasilitas kesehatan bertaraf internasional di daerah kawasan pariwisata.

Sehinggga akan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan pensiunan untuk berkunjung dan menetap dalam satu daerah tujuan wisata, karena mereka yakin bahwa akan mendapatkan jaminan pelayanan kesehatan yang berkualitas.

“Pariwisata pensiunan juga akan membuka lapangan kerja bagi tenaga perawat khusus bagi manula, asisten rumah tangga, sopir dan profesi lain,” jelas Pemangku Pura Khayangan Catur Bhuana Payangan ini.

Terpenting, pariwisata pensiunan ini menawarkan sebuah konsep wellness membangun keharmonisan dalam kehidupan.

Bukan hanya sekadar mencapai kesehatan fisik, namun integrasi antara pikiran, tubuh dan jiwa. “Mereka akan mencapai kesehatan sejati dalam umur panjang dalam kondisi bahagia, long life,” terangnya. (ina/kb)

Berita Terkait

Back to top button