DenpasarNews UpdatePariwisata

Pariwisata Bali Siap Sambut Delegasi G20

DENPASAR, Kilasbali.com – Pelan tapi pasti, pariwisata Bali berangsur-angsur pulih seiring dengan meningkatnya kunjungan wisatawan baik domestik maupun mancanegara yang berlibur di Pulau Seribu Pura ini.

Ya, Bali menjadi pilihan favorit masyarakat untuk berlibur setelah terkungkung 2 tahun lebih dari pandemi Covid-19. Kini, wisatawan berduyun-duyun datang ke Bali untuk menikmati keindahan alam, keramahtamahan masyarakat, hingga atraksi budaya yang sangat kental dengan kearifan lokal.

Tak hanya itu, meningkatkannya kunjungan wisatawan juga tidak terlepas dari perjuangan Gubernur Bali Wayan Koster ke pemerintah pusat untuk memberikan kebijakan pelonggaran. Seperti bebas karantina, Visa on Arrival (VoA), serta tanpa PCR bagi mereka yang sudah menjalani vaksinasi. Dan Bali sendiri, dari data Satgas Covid-19 tingkat vaksinasi tahap III (booster) telah mencapai 74,13%.

Kebangkitan pariwisata Bali juga tak terlepas dari berbagai event baik berskala nasional maupun internasional yang telah dan akan di gelar di Pulau Dewata ini. Teranyar, Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 ke-17 yang merupakan pertemuan seluruh kepala pemerintahan/negara anggota G20, yang akan berlangsung pada 15-16 November 2022 di Bali.

KTT G20 ini juga akan menjadi magnet dalam meningkatkan kunjungan wisatawan. Apalagi para delegasi ini tak hanya mengikuti konferensi, akan tetapi mereka juga berencana bakal mengunjungi berbagai objek wisata yang di Pulau Surga ini.

Lalu bagaimana kesiapan Pariwisata Bali menyambut perhelatan G20 yang direncanakan pada tanggal 15-16 November 2022? Nah, Bali telah melakukan berbagai persiapan. Baik itu infrastruktur jalan, pelabuhan, hingga beatifikasi Bandara Ngurah Rai.

Baca Juga:  Delegasi Dunia Memuji Bali

Tak terhenti sampai disana, hotel yang akan menerima delegasi ini juga telah diberitakan sertifikat asesmen sistem manajemen pengamanan akomodasi pariwisata oleh Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Artha Sukawati (Cok Ace) belum lama ini.

Fokus utama sertifikasi saat ini adalah akomodasi pariwisata yang digunakan dalam Presidensi G20 yang mana dalam kesempatan tersebut telah dilakukan sertifikasi keamanan terhadap 8 hotel yang ada di Bali dengan hasil 5 hotel memperoleh predikat platinum atau sangat baik dan 3 hotel memperoleh predikat gold atau baik.

Gubernur Koster pun mengungkapkan, dalam menyambut delegasi G20 maka tak hanya atraksi budaya, akan tetapi berbagai kearifan lokal yang bernapas tradisi bakal disuguhkan. Salah satunya memasang 2.500 penjor di sepanjang jalur yang dilewati tamu negara ini. Penjor yang akan dipasang ini istimewa seperti yang sering dilombakan.

Baca Juga:  Poltrada Bali Pamerkan Motor Konversi Listrik

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Tjok Bagus Pemayun mengatakan, KTT G20 menjadi angin segar bagi kebangkitan pariwisata Bali. Karena, event itu bakal menjadi ajang promosi bagi ‘pariwisata budaya’ yang diusung Bali.

“Bali menjadi tujuan wisata favorit. Karena jumlah penumpang yang datang ke Bali khususnya warga negara asing melalui Bandara Ngurah Rai sekarang mencapai 9 – 10 ribu orang per hari, sedangkan domestik mencapai 13 ribu orang per hari. Untuk rata-rata occupancy hotel mencapai 65 %,” ungkapnya di Denpasar belum lama ini.

Dikatakan, alasan wisatawan datang ke Bali tak hanya menikmati panorama yang indah. Baik itu bentangan pantai yang luas, persawahan yang masih alami, hingga atraksi budaya yang bisa dinikmati secara gratis.

“Beberapa festival juga sudah digelar di Bali. Salah satunya Festival Jatiluwih di Tabanan. Di sini wisatawan bisa menikmati sawah berundak yang telah diakui Unesco sebagai warisan dunia,” tuturnya.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali Tjok Bagus Pemayun. (foto/kilasbali)

Salah satu tokoh pariwisata, Wayan Puspa Negara menyatakan, adanya G20 di Bali secara langsung mempromosikan Bali dari segi kualitas.

Baca Juga:  Memberantas Korupsi Harus Mulai dari Diri Sendiri

“Bali memang sudah terkenal ke seluruh dunia, namun untuk kualitas tertingginya kan belum tentu banyak yang tahu. Selain itu persaingan destinasi saat ini kan ketat. Selalu ada destinasi baru dan tampil lebih menarik,” jelas Ketua Aliansi Pelaku Pariwisata Marginal Bali ini.

Ditambahkannya, melalui ajang KTT G20 dalam masa setahun ini sejak Presiden Jokowi bertugas sebagai Presidensi G20, tentu banyak telah dipromosikan secara otomatis.

Seperti keramahtamahan masyarakat Bali, kebudayaannya, sistem sosialnya, hingga infra dan suprastruktur fasilitas pariwisata seperti hotel, restoran hingga tempat bersidang kelas dunia yang sangat memadai, bila 19 negara dan satu Uni Eropa bersidang.

“Sekarang tinggal stakeholder pariwisata Bali memberi dukungan atas penyelenggaraan event internasional G20 ini. Baik dengan cara berpromosi dan juga menjaga Bali tetap aman dan kondusif. Karena bila kita lengah dalam faktor keamanan, tentu peluang besar ini untuk recovery Bali pasca pandemi akan pupus harapannya,” pungkas tokoh pemuda Kuta ini. (jus/kb)

 

Berita Terkait

Back to top button