GianyarPeristiwa

Gianyar Utara Dikepung Longsor

GIANYAR, Kilasbali.com – Gianyar utara dikepung longsor, Senin (17/10). Tak hanya itu, dampak hujan lebat juga menyebabkan pohon tumbang pun terjadi.

Bahkan di jalur satu-satu yang menghubungkan Desa Buahan dan Buahan Kaja menuju Pusat Pemerintahan Payangan terputus lantaran longsor dengan volume besar terjadi di tiga titik. Hingga Senin Sore Petugas Gabungan masih berusaha membuka jalan.

Pantauan di lapangan, Jalan menuju Desa Buahan dan Buahan Kaja, Payangan masih tertutup rapat oleh timbunan longsor. Jangankan mencoba melintas, mendekati lokasinya pun warga tidak berani. Karena kondisinya sangat labil dan longsoran susulan terus terjadi hingga Senin pagi.

Dari keterangan warga, tebing yang longsor terjadi di tiga titik dengan ketinggian mencapai 20 meter. Karena volume material longsor sangat besar, jalan pun tertutup hingga sepanjang 30 hingga 50 meter.

“Setelah diguyur hujan secara terus menerus, longsor pun tidak terhindarkan, Senin dinihari. Suaranya seperti gempa. Syukurlah saat kejadian tidak ada orang yang melintas,” ungkapnya.

Dari keterangan Kapolsek Payangan, AKP I Putu Agus Ady Wijaya, pihaknya menerima puluhan laporan bencana di 5 desa di Payangan. Di Desa Buahan terdapat 3 titik bencana yakni pohon tumbang menutupi jalan di Jalan raya Banjar Buahan, longsor besar di Jalan raya Susut. “Serta di Banjar Satung warga kehilangan dapur dengan segala perlengkapannya lantaran tergerus longsor,” ungkapnya.

Baca Juga:  Kemajuan Bangsa Jadi Tanggung Jawab Generasi Penerus

Di Desa Puhu, di Jalan raya Giri Kusuma menuju Desa Buahan ada pohon enau dan pohon albasia tumbang menutupi jalan.  Tak jauh dari lokasi itu, terjadi tanah longsor dan pohon tumbang yang menutup badan jalan. Sementara di Desa Melinggih, tanah longsor di Jalan raya Banjar Sema dan di
Jalan Raya Mancingan.

Baca Juga:  Dr. Mr. Anak Agung Gde Agung, Pahlawan Diplomasi yang Sempat Menuai Pro Kontra

Lanjut di Desa Bukian, longsor dan pohon tumbang terjadi di Jalan raya banjar Ulapan Bukian serta di Jalan Raya Banjar Tiyingan Desa Bukain dan di Desa Bresela. Kemudian, Banji di Jalan Raya Caming Desa Bresela menuju Desa Taro.  Bencana ini nyaris merenggut nyawa pengendara motor.

Pengendaranya berhasil keluar dari luapan air namun Sepeda motor terseret air dan jatuh kedalam jurang. “Syukurlah. Sejauh ini kami tidak menerima laporan korban jiwa,” terang Kapolsek.

Baca Juga:  BKOW Bali Studi Tiru ke DIY

Secara terpisah, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Gianyar, I Gusti Ngurah Dibya Presasta mengungkapkan, dalam penanganan bencana ini pihaknya bersama  instansi terkait, memprioritaskan pembersihan material longsoran yang menutup akses jalan ke Desa Buahan.Di lokasi itu, kondisi tebing sangat labil.

Karena ada tiga titik longsor bervolume besar, pihaknya dibantu oleh sejumlah instansi termasuk dari Brimob Polda Bali. “Hari ini memang telah terjadi puluhan bencana. Yang terbanyak adalah tebing longsor. Selanjutnya pohon tumbang dan banjir. Beruntung, hingga kini tidak menimbulkan korban. “Kami sudah imbau agar warga selalu waspada. Sebab, musim  hujan ekstrim ini,  diprediksi  bakal terus  berlangsung,” pungkasnya. (ina/kb)

Berita Terkait

Back to top button