GianyarPeristiwa

Balai Pura Desa/Puseh Ubud Roboh

GIANYAR, Kilasbali.com – Guyuran hujan dalam sepekan, rupanya menambah beban berat bagian atap Bale Bengong atau balai angklung di Pura Desa/ Puseh Desa Adat Ubud. Tidak bisa menahan volume bagian atap ijuk basah tersebut, bangunan berukuran 5×6 meter itu didapat roboh.

Dari keterangan yang diterima, Minggu (23/10), bangunan itu roboh diketahui pertama kali oleh warga setempat, Anak Agung Raka yang hendak melakukan pembersihan dan persembahyangan.

Saat itu Hari Sabtu adalah 2 hari raya Suci Saraswati. Namun saat tiba di pura, saksi melihat Bale Patok atau Bale Angklung yang ada di Utama Mandala pura sudah dalam keadaan roboh ke arah timur.

Baca Juga:  Beroperasi Sebulan, Mie Gacoan Gianyar Diduga Tak Kantongi Izin Lengkap

Atas kondisi tersebut, saksi kemudian melapor kepada saksi Nyoman Suda serta menginformasikan kepada Bhabinkamtibmas Ubud AIPTU I Nyoman Sedana Aryawan dan Babinsa Kelurahan Ubud.

Kapolsek Ubud Kompol I Gusti Ngurah Yudistira yang dikonfirmasi Minggu (23/10) menjelaskan bahwa setelah menerima laporan,  personil Polsek Ubud dipimpin Pawas Kanit Intelkam IPTU Ngakan Nyoman Jayawijaya bersama piket fungsi langsung mendatangi TKP.

Setelah dicek, memang benar Bale Patok/Bale Angklung yang ada di Utama Mandala (jeroan) Pura Desa lan Puseh Roboh ke arah timur,” ujarnya.

Baca Juga:  Dalami Ranperda Inisiatif P4GN Undang Pakar Hukum Adat

Selanjutnya, pihaknya pun melakukan pengecekan rekaman CCTV yang ada di TKP. Dan ternyata robohnya Bale Patok diperkirakan sekitar pukul 06.00 WITA, dengan penyebab roboh Bale Patok/Bale Angklung diduga karena atap ijuknya terlalu berat akibat guyuran hujan beberapa hari yang lalu sehingga tiang penyangga tidak kuat menopang atap ijuk.

“Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, tetapi kerugian material diduga mencapai Rp 200 Juta,” pungkasnya. (ina/kb)

Berita Terkait

Back to top button