DenpasarNews UpdatePariwisata

Pariwisata Era Bali Baru, Bali Siapkan Daya Tarik Wisata Baru

DENPASAR, Kilasbali.com – Pariwisata Bali terus berbenah seiring dengan melonjaknya kunjungan wisata pascapandemi Covid-19. Pemerintah Provinsi Bali pun telah menyiapkan beberapa infrastruktur untuk menunjang destinasi wisata di era kenormalan baru ini. Ya, pariwisata Era Bali Baru, Bali siapkan daya tarik wisata baru.

Ya, Gubernur Bali Wayan Koster tengah membangun berbagai kelengkapan Bali dalam menyambut lonjakan para pelancong. Di antaranya Pelabuhan Segi Tiga Emas, Sanur, Nusa Penida, dan Nusa Ceningan, shortcut di Bedugul dan Buleleng, hingga ground breaking Jalan Tol Mengwi-Gilimanuk atau Tol Jagat Kerthi.

Tak hanya itu, beberapa destinasi wisata baru pun telah sedang dan mulai dibangun. Di antaranya Pusat Kebudayaan Bali di Klungkung, Penataan Kawasan Besakih di Karangasem, Turyapada Tower di Buleleng, hingga rencana Paramount Theme Park di ‘Bumi Makepung’ Jembrana.

Empat destinasi baru itu digadang-gadang bakal menjadi the next destination in Bali. Ya, destinasi itu bakal menjadi pelengkap tagline ‘pariwisata budaya’ yang diusung pariwisata Bali.

Wisatawan bakal memiliki berbagai pilihan dalam menikmati liburan di Pulau Surga ini. Bahkan, diprediksi bakal menetap lebih lama menikmati berbagai suguhan panorama, keramahtamahanan, hingga ragam khazanah budaya Bali berdasarkan kearifan lokal.

 

Pusat Kebudayaan Bali

Pembangunan Pusat kebudayaan Bali (PKB) di kawasan Eks Galian C Gunaksa, Kabupaten Klungkung merupakan sebuah mahakarya monumental pada era terkini sebagai program prioritas membangun adat istiadat, seni-budaya dan kearifan lokal Bali.

Baca Juga:  Delegasi Dunia Memuji Bali

Pembangunan PKB ini hanya akan terjadi dalam satu kali perjalanan hidup, generasi berikutnya hanya perlu memelihara dan memanfaatkan secara bijak. Mungkin dalam perjalanan sejarahnya, hanya 500 tahun sekali akan ada pembangunan monumental seperti ini lagi.

Layaknya Candi Prambanan atau Borobudur, pembangunan sebuah karya monumental hanya bisa berjalan dengan restu dari alam melalui tangan orang-orang yang punya niat tulus dan lurus.

Pusat Kebudayaan Bali berdiri di atas lahan seluas 320 hektar, mengandung penjabaran dari visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru.

Pengaplikasian diantaranya melalui hutan buatan, taman, fasilitas seni, pameran, kuliner UMKM hingga waduk dan pelabuhan hingga menjadikan kawasan ini merupakan kawasan lengkap yang mengimplementasikan filosofi dari visi pembangunan Bali tersebut.

Dari sisi sejarah, Klungkung merupakan tempat di mana kebudayaan Bali berkembang hingga mencapai masa keemasannya pada era Kerajaan Gelgel, tepatnya dalam pemerintahan Raja Dalem Waturenggong.

Penataan Kawasan Besakih di Karangasem

Pura Besakih merupakan pusat peribadatan umat Hindu terbesar di Bali sekaligus destinasi wisata kelas dunia, ditata sebagai upaya melindungi kawasan cagar budaya Pura Agung Besakih.

Kawasan Suci Pura Agung Besakih di Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem terletak di kaki Gunung Agung. Berjarak sekitar 70 km dari kota Denpasar, dapat ditempuh dengan perjalanan darat selama 90 menit.

Baca Juga:  Poltrada Bali Pamerkan Motor Konversi Listrik

Penataan dikerjakan di dua area yaitu Area Manik Mas dan Area Bencingah. Penataan Area Manik Mas meliputi gedung parkir 5 lantai, 20 unit kios besar, 36 unit kios kecil, Bale Pesandekan, Pura Melanting, bangunan Anjung Pandang, toilet dan jalan akses.

Penataan Area Bencingah meliputi pembangunan 194 unit kios besar, 140 unit kios kecil, Bale Pesandekan, Bale Gong, Pelataran, area bermain anak, toilet dan area parkir.

Turyapada Tower

Taman Teknologi bernama “Turyapada Tower” KBS 6.0 Kerthi Bali merupakan pembangunan infrastruktur telekomunikasi sekaligus dijadikan objek wisata. Turyapada Tower dengan tinggi 115 meter, dibangun di Desa Pegayaman Buleleng pada ketinggian 1.521 meter di atas permukaan laut, sehingga ketinggian total Turyapada Tower menjadi 1.636 meter.

Turyapada Tower memiliki fasilitas multifungsi dan terpadu dalam kawasan pariwisata yang akan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Bali Utara, dalam rangka menyeimbangkan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi di wilayah Bali Utara, Selatan, Timur, dan Barat.

Turyapada Tower memiliki fungsi utama yang mampu mengoptimalkan siaran televisi digital dengan jangkauan mencapai 80% wilayah Buleleng, Jembrana, dan Karangasem.

Paramount Theme Park Bali

Fasilitas hiburan atau wahana baru yang digadang-gadang terbesar di Asia Tenggara akan dibangun di Jembrana. Fasilitas di atas lahan seluas 57 hektar tersebut bakal menghadirkan hiburan kelas dunia, yang akan berdiri di Taman Kerti Bali Semesta di wilayah Kecamatan Pekutatan.

Baca Juga:  Bangli Optimis Hasil SSGI Memuaskan

Pengembangan theme park ini merupakan kerja sama PT Kios Ria Kreasi (KIOS) dan Paramount Pictures, perusahaan global di bidang media dan hiburan yang memproduksi konten premium. Dan akan menghadirkan gabungan keindahan alam dan karakter tematik dunia sinema Paramount Pictures, dengan sentuhan kebudayaan Indonesia.

Pelengkap Destinasi Wisata

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Tjok Bagus Pemayun mengungkapkan, Pusat Kebudayaan Bali di Klungkung, Penataan Kawasan Besakih di Karangasem, Turyapada Tower di Buleleng, hingga rencana Paramount Theme Park di ‘Bumi Makepung’ Jembrana, bakal menjadi pelengkap destinasi wisata Bali.

“Sebagai destinasi dunia, maka dengan pembangunan empat objek wisata ini, wisatawan memiliki pilihan apa yang akan dikunjungi jika berlibur ke Bali,” ujarnya di Denpasar.

Dikatakan, pembangunan destinasi wisata ini tidak meninggalkan kearifan lokal Bali, sesuai dengan tagline ‘pariwisata budaya’ yang diusung pariwisata Bali.

“Sebagai tujuan wisata dunia, maka pariwisata Bali semakin lengkap untuk memanjakan wisatawan baik domestik maupun mancanegara,” bebernya.

Pihaknya berharap, semakin banyak wisatawan yang datang dan menghabiskan waktu liburnya di pulau berjuluk The Last Paradise in The World ini. “Prediksi saya, wisatawan yang datang bakal tinggal lama di Bali. Karena saya kira, waktu sebulan tidak akan cukup untuk menikmati ragam objek wisata yang dimiliki Bali,” pungkasnya. (jus/kb)

 

Berita Terkait

Back to top button