GianyarNews UpdateSosial

Pelayanan Perumda Air Minum Tirta Sanjiwani Gianyar Masih Tersendat

GIANYAR, Kilasbali.com – Sepekan sudah pelayanan air Perumda Air Minum Tirta Sanjiwani Gianyar, tersendat.

Terutamanya pelayanan air yang bersumber bangunan penangkap air (intake) milik PT Bali Bangun Tirta (BBT) di Sungai Tampus, Kecamatan Payangan yang rusak diterjang air bah.

Menunggu proses perbaikan yang alot, 4 mobil tangki air pun disiapkan ke daerah terdampak bagi pelayanan air bersih.

Dari informasi yang diterima, Selasa (25/10), lamanya proses perbaikan atas kerusakan bangunan penangkap air (intake) di Sungai Tampus, karena beberapa faktor.

Diantaranya hujan yang masih terus mengguyur. Hujan mengakibatkan air deras dan membahayakan petugas. Tirta Sanjiwani pun tak mau mengorbankan keselamatan pekerja.

Karena itu saat ini Tirta Sanjiwani menyiapkan empat unit mobil tangki air untuk diberikan secara gratis pada masyarakat terdampak. Meskipun kondisi yang cukup rawan bagi keselamatan petugas.

Baca Juga:  Golose Gelontor Hadiah Rp 10 Juta

Kabar baiknya, sumber air BBT mulai hari selasa ini telah mulai memberikan layanan air. Dalam kondisi normal, BBT biasanya menyuplai sebesar 155 liter per detik, kini hanya menyuplai paling besar 90 liter per detik, sehingga pelayanan air ke antar zona terdampak dibagi atau diatur jamnya.

Dirut Perumda Air Minum Tirta Sanjiwani Gianyar, Made Sastra Kencana membenarkan hal tersebut. Dia menjelaskan, lamanya normalisasi pelayanan ini karena berbagai hal.

Di antaranya, akibat pintu air kisdam hanyut terbawa banjir. Pintu air tersebut sangat vital, karena berfungsi menahan air untuk meninggikan permukaan sungai dan menutup air sungai agar masuk ke intake.

Baca Juga:  Gubernur Koster dan Putri Koster Raih Penghargaan Tingkat Nasional

Persoalan lainnya adalah kondisi cuaca. Dikarenakan kawasan Sungai Tampus hampir setiap hari diguyur hujan, mengakibatkan air sungai sangat tinggi dan arusnya deras. Karena itu, pekerjaan pun kesulitan.

Pihaknya tak ingin memaksakan pekerja, karena ditakutkan pekerja hanyut terbawa arus sungai. “Petugas kesulitan turun ke sungai karena risiko pekerja hanyut. Kami tak mau mengorbankan keselamatan pekerja,” ujar Sastra.

Sastra mengatakan, jika saja dalam satu pekan ke depan tidak turun hujan, maka ia memastikan dalam sepekan ini pelayanan akan normal.

Baca Juga:  Gianyar Optimis Raih 2 Emas di Tenis Meja Porprov Bali 

“Estimasi kita satu minggu normal pelayanan kita, itu kalau tidak hujan. Walaupun hujan, supaya tidak menyebabkan air sungai berlumpur,” ujarnya.

Adapun zona yang paling terdampak adalah Banjar Petulu Gunung, Desa Petulu, Ubud. Hal itu dikarenakan di kawasan tersebut tidak terdapat penyuplai air alternatif seperti di kawasan lain.

Karena itu, sejak 17 Oktober sore sampai 23 Oktober kemarin, pelanggan di Banjar Petulu Gunung terus dibawakan air tangki.

Sastra meminta pada masyarakat agar menginformasikan jika di banjarnya tak mendapatkan air sama sekali, supaya pihaknya bisa menyiapkan truk tangki. (ina/kb)

Berita Terkait

Back to top button