GianyarNews Update

Sopir Pickup Mengeluh Pungutan Melintas di Manguntur

GIANYAR, Kilasbali.com – Sopir pickup mengeluh atas pungutan saat melintas di Tempekan Taman Palekan, Banjar Manguntur, Batubulan, Sukawati. Sekali melintas, mobil pickup dibandrol Rp 5 ribu.

Dari informasi yang diterima dari salah seorang sopir pickup mengeluh, Selasa (8/11). Saat dia melintas, seorang warga berpakaian preman langsung menghentikannya dan menyodorkan karcis.

Dengan mengendarai mobil pickup dirinya dikenakan pngutan sebesar Rp 5 ribu sekali melintas. Dirinya pun mengaku sempat mempertanyakan pungutan itu.

Namun karena dalam posisi sebagai warga pendatang, akhirnya memilih mengalah. “Kalau memang pungutan ini resmi? Kenapa petugasnya tak ada seragamnya?” herannnya.

Tidak hanya itu, setelah diperhatikan dalam kercis pungutan itu tidak berlogo jelas. Karena tercantum atas nama Banjar Taman Palekan, Dusun Manguntur, Batubulan. Dan tertera juga distribusi jalan itu berdasarkan keputusan rapat banjar.

“Ini aneh, ada banjar dalam dusun. Padahal dalam unit pemerintahan terbawah adalah Banjar Dinas atau Dusun/Lingkungan. Ini jadi rancu, terlebih ada kaitannya dengan pungutan,” ujarnya.

Baca Juga:  Piala Dunia Tak akan Mempengaruhi Kunjungan Wisatawan ke Bali

Saat di Konfirmasi, Kepala Desa Batubulan Dewa Gede Sumerta langsung lepas tangan terkait pungutan itu.

Pihaknya mengaku tidak tahu menahu, dan berjanji akan menindakljuti keluhan terkait pungutan ini.

Dugaannya, pungutan itu dilaksanakan atas kesepakatan warga di tempekan untuk biaya pemeliharaan jalan lingkungan.

“Maaf pungutan itu tanpa sepengetahuan saya. Saya akan konfirmasi ke lingkungan setempat serta ke Kelian Banjar Dinas Menguntur. Nanti saya infor lebih lanjut,” terangnya.

Baca Juga:  Operasi Kepolisian Zebra Agung 2022

Senada dengan Perbekel Batubulan, Kadus/ Kelian Banjar Manguntur, I Wayan Balik Darmadi juga tidak mau disangkutpautkan dengan pungutan itu.

Pihaknya sejak awal sudah mengimbau kepada warga tempekan agar tidak ada istilah pungutan.

Mengenai tujuan dan maksud mengadakan pungutan ini, dirinya menegaskan tidak tahu. “Pungutan itu tidak ada hubungannya dengan Banjar Dinas Mangurtur maupun Desa Batubulan. Silahkan langsung tanyakan kepada pengurus Tempekan,” lemparnya.

Baca Juga:  Cegah Bullying, Polisi Sambangi Sekolah

Kelian Tempekan Taman Palekan, Dewa Putu Wenten membenarkan pemungutan ristribusi jalan itu. Disebutkan pungutan itu sudah berlangsung lama setiap memasuki kawasan di Jalan Dewi Sri.

Pungutan itu dilandasi atas kesepakatan warga untuk kepentingan pemeliharaan jalan. Namun sebagai kelian tempekan yang masih baru, mengaku tidak mengetahui jika pungutan itu harus sudah sepengetahuan aparatur desa setempat. (ina/kb)

Berita Terkait

Back to top button