BulelengNews UpdatePemerintahanSosial

Ruas Jalan Benyah Latig, Masyarakat Jagaraga Tuntut Perbaikan 

SINGARAJA, Kilasbali.com– Masyarakat Desa Jagaraga, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng, menuntut perbaikan jalan. Pasalnya, ruas jalan status kabupaten merupakan akses vital perekonomian sepanjang tiga (3) kilometer itu benyah latig alias mengalami kerusakan cukup parah.

Pantauan, kerusakan jalan mulai terlihat dari arah selatan persisnya di jalan menurun batas antara Desa Menyali dan Desa Jagaraga. Kerusakan itu nampak beragam, mulai jalanan retak, aspal mengelupas hingga berlubang. Nah,  kondisi kerusakan terparah berpotensi rawan kecelakaan berada di ruas jalan persis didepan monumen perang Jagaraga. Pada ruas jalan itu, pengendara yang hendak melintas berpapasan (lawan arah) mesti ektra hati-hati lantaran ruas jalan pada sisi timur dan barat menganga lubang cukup dalam.

Pun, kondisi kerusakan jalan di depan penyosohan beras Suwela yang berjarak hanya beberapa meter dari gapura batas Desa Jagaraga dan Desa Giri Emas.


Apa penyebab ruas jalan di Desa Jagaraga rusak?

Putu Mahardika selaku Klian Subak Jagaraga didampingi Klian Pecalang Ketut Wisnu Witarsa mengungkapkan, kerusakan jalan di wilayah itu, diakibatkan mobilitas truk pengangkut material proyek pembangunan bendungan Tamblang di Desa Sawan.

Mahardika mengaku, sempat meredam keinginan warga yang komplain hendak melakukan demo kepada pihak kontraktor pelaksana PP Adi Jaya (KSO).

Baca Juga:  Memberantas Korupsi Harus Mulai dari Diri Sendiri

“Sejumlah warga sempat ingin melakukan demo meminta segera lakukan perbaikan jalan sudah benyah latig kepada pihak kontraktor pelaksana PP Adi Jaya (KSO), namun hal itu berhasil kami redam bersama Perbekel Jagaraga Nyoman Partha SH. Intinya, warga kami menginginkan agar segera dilakukan perbaikan mesti hanya upaya tambal sulam jalan,” singkat Klian Mahardika ketika ditemui Kamis (10/11) siang.

Hal senanda disampaikan Nyoman Partha selaku Perbekel Desa Jagaraga. Perbekel Partha mengaku telah melayangkan surat resmi kepada pihak kontraktor agar secepatnya melakukan perbaikan dalam upaya mencegah potensi rawan kecelakaan di wilayahnya.

“Kami butuh upaya real (nyata) dari pihak kontraktor proyek. Kalau bisa secepatnya, dalam 1 atau 2 minggu ini (bulan Nopember 2022). Kondisi kerusakan jalan sudah cukup parah, jangan menunda sampai ada jatuh korban kecelakaan lantaran menghindari jalan berlubang. Catatan kami, sedikitnya ada 25 titik lubang. Terparah itu, di depan monumen Perang Jagaraga menuju arah utara sampai batas Desa Jagaraga dan Desa Giri Emas,” tegasnya.

Baca Juga:  Izin Tak Lengkap, Mie Gacoan Ditutup


Masih kata dia, dari jawaban surat yang dilayangkan kepada pihak pelaksana proyek PT Adi Jaya (KSO) diterangkan kesanggupan perbaikan dilaksanakan pada bulan Desember 2022 mendatang.

“Jangan menunda perbaikan sampai bulan Desember ini, karena ini darurat. Sudah pernah kok kami temukan, pengendara sepeda motor asal Desa Kerobokan terpaksa harus berhenti lantaran motor yang ditunggangi rusak menghantam jalan  lubang di depan usaha penyosohan beras Suwela. Kalau sudah begitu (motor rusak) kan kasihan. Selain itu, kami cukup lelah meredam keinginan masyarakat yang komplain akibat kerusakan jalan,” terangnya.

Baca Juga:  Jayaning Singasana

Terpisah, Made Redita selaku Humas PP Adi Jaya (KSO) mengakui kerusakan jalan di wilayah Desa Jagaraga diakibatkan mobilitas truk proyek pembangunan bendungan Tamblang di Desa Sawan. Sejatinya, pihaknya sudah melakukan upaya perbaikan jalan dengan cara menambal jalan berlubang memakai campuran beton.

Terkait permintaan agar perbaikan keseluruhan dipercepat, Redita mengaku akan melakukan komunikasi kepada jajaran pimpinan.

“Upaya perbaikan sudah kami lakukan dengan cara menambal lubang dengan campuran beton. Penambalan lubang memang baru sebagian, dari arah selatan mulai batas Menyali-Jagaraga sampai ruas jalan pertashop Jagaraga. Melalui surat kepada Perbekel Jagaraga, pengaspalan perbaikan ruas jalan secara keseluruhan dijadwalkan bulan Desember 2022 ini,” singkatnya. (ard/kb)

Berita Terkait

Back to top button