News Update

Status WA Bunuh Diri, Pria Ini Ditemukan Tewas Tergantung

GIANYAR, Kilasbali.com – Entah ada yang membaca serius atau dikira sekadar iseng, status whatsapp-nya I Wayan Parsana aliat Alot (17), benar adanya. Beberapa saat setelah status bunuh diri itu, pemuda asal Kubu, Karangasem ini, ditemukan tewas terbujur kaku dengan posisi tergantung di areal Tegal Dukuh, Banjar Taro Kaja , Desa Taro, Tegallalang,  Kamis (17/11).

Kuat dugaan korban mengakhiri hidupnya karena masalah asmara. Dari keterangan yang diterima, sehari sebelumnya korban sudah terlihat berencana untuk bunuh diri. Hal itu terungkap dari story pada WA korban pada pada hari Rabu (16/11) siang.

Saat itu, status itu bertuliskan “Nama Saya Wayan Parte, sering di panggil alot saya terpaksa bunuh diri karena saya ingin mengakhiri hidup di hujan yang sore ini cari lah saya di pohon durian taro Gianyar bali tegal dukuh”.  Tak berselang lama, korban juga menunjukkan story di WA dengan foto tangan menggenggam tali plastik warna biru.

Baca Juga:  Piala Dunia Tak akan Mempengaruhi Kunjungan Wisatawan ke Bali

Kamis pagi, warga Taro Kaja langsung geger atas temuan mayat tergantung di areal kebun milik I Wayan Suwirta di areal Tegal Dukuh. Korban pun diketahui I Wayan Parsana alias Alot warga Karangasem yang sudah lama tinggal di Taro Kaja.

Korban ditemukan pertamakali oleh Ni Wayan Seruni yang hendak mencari daun pisang. Saksi melihat korban sudah tergantung di pohon durian.Seruni lantas bergegas pulang dan memberitahu anaknya I Wayan Warka yang kemudian diberitahukan ke warga lainnya termasuk ke Perbekel Taro. Warga pun berdatangan ke lokasi dan peristiwa itu dilaporkan ke Mapolsek Tegallalang.

Atas laporan itu, Kapolsek Tegallalang AKP I Ketut Sudita dan jajarannya pun langsung ke TKP untuk melakukan olah TKP dan meminta sejumlah keterangan saksi. “Di TKP, korban dapati masih tergantung menggunakan celana pendek warna hitam, tanpa mengenakan baju. Tergantung dengan tali plastik warna biru. Kami pun jenazah korban,” ungkap Kapolsek murah senyum ini.

Baca Juga:  Delegasi Dunia Memuji Bali

Setelah dipastikan tidak ada tanda-tanda kekerasan, pihak keluarga korban menolak untuk dilakukan otopsi terhadap jasad korban. “Pihak keluarga telah menerima kematian korban sebagai musibah dan tidak akan menuntut Pihak manapun terkait kematian korban,” jelasnya.

Dibenarkan pula jika korban sudah merencanakan aksi bunuh diri ini. Dibuktikan dengan story di WA korban. Korban diduga melakukan aksi itu pada hari Rabu sore. Dan berdasarkan sejumlah keterangan, kuat dugaan ada motif asmara yang melatari peristiwa ini. (ina/kb)

Berita Terkait

Back to top button