KarangasemSosial

Karangasem Kasus Stunting Tertinggi

KARANGASEM, Kilasbali.com – Karangasem sebagai kabupaten dengan Pravelensi Kasus Stunting tertinggi se-Bali 22,9 persen (berdasarkan SSGI 2021), terus berkomitmen menurunkan kasus stunting melalui Diseminasi Audit Kasus Stunting Semester II pada Senin (21/11) di Aula Kementrian Agama Kabupaten Karangasem.

Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Dinas Sosial P3AP2KB Kabupaten Karangasem.Dalam sambutannya I Komang Daging mengatakan bahwa diseminasi ini bertujuan untuk menyelaraskan program kegiatan percepatan penurunan stunting di tingkat Kab Karangasem serta menyusun rekomendasi dan rencana tindak lanjut hasil audit kasus semester II di Kabupaten Karangasem.

“Melalui kegiatan ini, kita berkomitmen bersama untuk menindak lanjuti hasil audit kasus yang sebelumnya telah kita laksanakan sebelumnya,” ujar Komang.

Baca Juga:  Bali Siap Jadi Etalase Produk Kekayaan Intelektual Komunal Indonesia

Komang berharap seluruh tim percepatan penurunan stunting yang hadir dapat mengambil catatan penting dari desiminasi ini dan segera ditindaklanjuti sesuai lingkup kerja masing-masing.

“Kita berharap agar kasus stunting di Kabupaten Karangasem dapat turun sesuai target 13.44 persen pada tahun 2024 sedangkan pada tahun ini diharapkan bisa turun menjadi 19,96 persen. Kita menunggu hasil SSGI tahun 2022 nanti semoga bisa mencapai target,” kata Komang.

Sementara itu, dijelaskan oleh Kabid KB Dinas Sosial P3AP2KB Kabupaten Karangasem I Wayan Arsiawan Adi bahwa sebelumnya hasil evaluasi Audit Stunting Semester I telah ditindaklanjuti.

“kami sudah menindaklanjuti sejauh ini 90 persen dan bagi keluarga berisiko yang ditemukan tidak memiliki akses jamban kami telah menindak lanjuti bahkan perlu diapresiasi karena tidak hanya jamban saja yang diperbaiki namun langsung bedah rumah,” ucapnya.

Baca Juga:  Eksekutif dan Legislatif Tabanan Sepakati Dua Ranperda Ini

Audit kasus stunting semester II ini dilaksanakan di Kecamatan Abang. Hal ini dikarenakan kecamatan Abang memiliki pravelensi kasus stunting tertinggi di Kabupaten Karangasem yaitu 13,98 persen dengan menyasar keluarga berisiko stunting yang berasal dari Calon Pengantin, Ibu Hamil, Ibu Nifas, Balita dan Baduta.

Dijelaskan oleh para pakar yang terdiri dari Dokter Spesialis Kandungan, Dokter Anak, Ahli Gizi dan Psikolog hasil audit yang dilakukan kepada keluarga berisiko stunting ditemukan bahwa penyebab stunting Balita dan Baduta yaitu buruknya pola asuh anak yang disebabkan karena jarak kelahiran anak yang dekat, juga ditemukan kasus umur Ibu hamil yang terlalu tua, dan pola hidup bersih yang kurang baik.

Baca Juga:  “Megibung”, Sanjaya Santap Nila Nyatnyat

“Dari hasil audit tersebut diharapkan tindak lanjut berupa konseling bagi masing-masing keluarga berisiko, salah satu contohnya bagi catin konseling pemeriksaan kesehatan sebelum menikah, pemenuhan gizi dan terapi berhenti merokok sedangkan bagi baduta dan balita edukasi kepada keluarga untuk pentingnya asi dan makanan gizi seimbang,” ucap dr Purnama selaku tim pakar spesialis kandungan . (eka/kb)

Berita Terkait

Back to top button