GianyarNews Update

Cuaca Ekstrem, Duo Nyamuk Loreng Harus Diwaspadai

GIANYAR, Kilasbali.com – Cuaca ekstrem ini, duo nyamuk loreng yakni aedes aegypti dan aedes albopictus harus diwaspadai. Serangan nyamuk penyebar virus Demam Berdarah Dangue (DBD) di tahun 2022 ini melonjak tajam.

Dari data yang diterima, Kamis (24/11), dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya tercatat 124 kasus, tahun ini hingga di bulan Oktober, jumlah DBD sudah mencapai 465 kasus.

Masyarakat diminta lebih aktif memperhatikan lingkungan sekitar, khususnya rumah sendiri. Terutama melakukan pemberantasan sarang nyamuk pada genangan-genangan air.

Baca Juga:  Poltrada Bali Pamerkan Motor Konversi Listrik

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gianyar Ni Nyoman Ariyuni membenarkan peningkatan kasus DBD ini.

Disebutkan ada peningkatan signifikan di tahun ini. Di mana pada bulan Januari 34 kasus, Februari 9, Maret 37, April 65, Mei 63, Juni 62, Juli 51 dan Agustus 47. “Sampai November ini masih kita rekap,” ungkapnya.

Upaya pencegahan dan pengendalian penyakit DBD di kabupaten Gianyar telah dilakukan.

Pertama melalui promosi kesehatan dengan menjaga kebersihan lingkungan utamanya meminimalkan tempat tempat perindukan nyamuk Aedes (PSN).

Baca Juga:  Anjing Dilepas Liar Masih Marak

Kedua, Dinkes melakukan PE penyelidikan epidemiologi dan kemudian dikaji apabila berpotensi dilakukan foging fokus.

“Pemberantasan Sarang Nyamuk dilaksanakan oleh masyarakat yang didukung oleh petugas kesehatan. Untuk potensi memutus rantai penularan DBD di masyarakat, petugas kesehatan melakukan PE (Penyelidikan Epidemiilogi), dan bila potensi, dilakukan fogging fokus,” jelasnya.

Sementara itu, pasien DBD yang dirawat di RSUD Sanjiwani juga relatif banyak. Humas RSUD Sanjiwani Gianyar Ida Bagus Punarbawa mengatakan pasien DBD terbanyak yang dirawat di bulan Oktober 2022.

Baca Juga:  Izin Tak Lengkap, Mie Gacoan Ditutup

“Dari Januari sampai November ini ada 248 pasien DBD yang dirawat di sini. Terbanyak di bulan Oktober 35 pasien,” jelasnya.

Pasien rata-rata datang dengan keluhan demam tinggi, sakit persendian dan muncul bintik merah. Setelah mendapat penanganan medis, pasien DBD telah diperbolehkan pulang.

“Di bulan November sampai hari ini ada 23 pasien, sebagian sudah diperbolehkan pulang. Yang dirawat masih 5 pasien,” jelasnya. (ina/kb)

Berita Terkait

Back to top button