DenpasarNews UpdatePariwisata

Piala Dunia Tak akan Mempengaruhi Kunjungan Wisatawan ke Bali

GIANYAR, Kilasbali.com – Piala Dunia di Qatar tak akan memengaruhi kunjungan wisatawan ke Bali.

Apalagi negara yang tidak ikut masih banyak. Hal tersebut Kadis Pariwisata Gianyar, Made Raka, Kamis (24/11).

“Pastinya sebagian dari mereka sudah menentukan tujuan wisata, seperti ke Bali, khususnya ke Gianyar,” jelas Made Raka,

Dikatakan, bulan Desember merupakan high season kunjungan wisatawan ke Bali.

Lonjakan itu, jelas dia, karena pergantian tahun, dan bertepatan dengan musim libur sekolah di Indonesia. “Ini juga bertepatan dengan linurmusim dingin di luar negeri,” ujarnya.

Tekait suksesnya perhelatan Presidensi G20, sebutnya menjadi nilai katrol yang signifikan.
Karena secara tidak langsung sebagai ajang promosi bagi Bali di dunia internasional.

Baca Juga:  Memberantas Korupsi Harus Mulai dari Diri Sendiri

“G20 yang sudah berlangsut sukses menjadi promosi bagu Bali khususnya Gianyar, sehingga prediksi kami tingkat kunjungan akan naik signifikan,” jelasnya.

Diharapkan, pelaku usaha pariwisata melakukan promosi dan menyuguhkan layanan tambahan seperti atraksi atau hal lain agar wisatawan berkunjung ke Gianyar.

“Kami kira, pelaku usaha pariwisata sudah mempersiapkan hal ini dengan baik, agar wisatawan memanfaatkan momen akhir tahun di Bali,” ujarnya.

Baca Juga:  Kunjungi Lansia Agenda Rutin K3S Denpasar

Di sisi lain secara umum infrastruktur pariwisata di Gianyar sudah baik dan fasilitasnya sudah lengkap.

Dari data kunjungan wisatawan, sampai Oktober lalu, obyek wisata yang terbanyak di kunjungi adalah DTW Tirta Empul dengan kunjungan mencapai 334.454 wisatawan, DTW Goa Gajah dengan jumlah kunjungan 86.337 wisatawan, ketiga DTW Gunung Kawi dengan kunjungan 81.874 wisatawan.

Sedangkan obyek wisata di luar pengelolaan Pemkab Gianyar, seperti Bali Zoo dengan kunjungan 282.367 dan Bali Safari kunjungan mencapai 200.000 lebih.

“Untuk kunjungan ke DTW yang dikelola Pemkab Gianyar sampai saat ini mencapai 861.435 wisatawan, baik mancanegara da domestik,” jelas Made Raka.

Baca Juga:  Kabar Baik, Restrukturisasi Kredit di Bali Diperpanjang

Obyek wisata lain, seperti Monkey Forest, Ubud dalam beberapa bulan terakhir ini, kunjungan wisatawan rata-rata 2.000 wisatawan perhari.

Pengelola DTW Monkey Forest, Nyoman Sutarjana mengakui sejak awal Tahun 2022 kunjungan sudah mengalami peningkatan. Di mana dominasi kunjungan dari wisatawan Eropa dan Amerika.

“Jelang akhir tahun kami yakin kunjungan meningkat, karena memasuki musim liburan di Eropa dan Amerika dan momen perayaan akhir tahun,” pungkasnya optimis. (ina/kb)

Berita Terkait

Back to top button