GianyarHukumNews Update

Kasus Pengrusakan Penjor Galungan, Tujuh Prajuru Taro Kelod Ditahan

GIANYAR, Kilasbali.com – Kasus pengerusakan penjor Galungan memasuki babak baru. Setelah berbagai upaya perdamaian dilaksanakan dalam masa proses penyidikan di Polres Gianyar, Restorative Justice (RJ) belum juga bisa diwujudkan.

Akibatnya, kasus pengrusakan penjor galungan oleh Tujuh orang prajuru Desa Adat Taro Kelod, Tegalalang, pun berlanjut.  Pelimpahan perkara ke Kejaksaan Negeri Gianyar digelar Rabu (7/12) dan langsung dilakukan penahanan.

Kasi Intel Kejari Gianyar, I Gede Ancana menjelaskan, dalam pelimpahan berkas dari Satreskrim Polres Gianyar ini, pihaknya menerima tujuh orang tersangka. “Mereka disangkakan dalam kasus penistaan agama,” ujarnya.

Selanjutnya, JPU (Jaksa penuntut umum) akan menyusun dakwaan dan segera akan dilimpahkan ke pengadilan. Paling lambat minggu depan. “JPU sudah melakukan penahanan terhadap tujuh tersangka. Karena keterbatasan tempat di sini, maka para tersangka kami titipkan di sel Polres Gianyar,” ujar Ancana.

Ancana mengungkapkan alasan pihaknya menahan para tersangka. Salah di antaranya adalah agar para tersangka ini jera, tidak mengulangi perbuatannya.

“Alasan kita lakukan penahanan, karena alasan subjektif dan objektif, dan pada intinya untuk mempercepat proses persidangan. Juga untuk tidak mengulangi perbuatannya dan tidak menghilangkan barang bukti,” tandasnya.

Baca Juga:  Teken MoU "Sister City"

Terkait akan adanya permohonan penangguhan dari kuasa hukum para tersangka, Ancana mengatakan pihaknya tetap akan menerima.

“Cuma apakah nanti dikabulkan atau tidak, pasti akan melewati beberapa tahapan dan disampaikan ke pimpinan,” ujarnya.

Kuasa Hukum para terdakwa, I Gede Narayana membenarkan pihaknya akan mengajukan penangguhan pada kliennya.

Dia beralasan, para tersangka ini merupakan prajuru atau aparatur adat di desanya. Dan, dalam waktu dekat ini di Desa Adat Taro Kelod akan ada upacara keagamaan pada 9 Desember 2022. Dimana peran prajuru ini sangat diperlukan dalam menyukseskan kegiatan.

Baca Juga:  Berkah Pariwisata, Retribusi Tembus Rp 100 Juta Per Hari

“Kami akan lakukan penangguhan, karena klien kami prajuru, dan akan ada upacara adat yang mana kehadiran mereka sangat diperlukan,” ujarnya.

Lanjutnya, pihaknya menghormati sikap Kejaksaan Negeri Gianyar atas penahanan kliennya. Namun pihaknya juga menekankan bahwa selama ini para tersangka sangat kooperatif dalam menjalani pemeriksaan.

Mulai dalam tahap proses penyidikan di Polres Gianyar, termasuk menjalani wajib lapor.

Baca Juga:  Minim Minat Tokoh Gianyar Terjun Politik

Karena itu, timnya akan mengajukan penangguhan penahanan melalui surat yang diajukan ke Kejari Gianyar. Sejumlah alasan juga disertakan agar menjadi pertimbangan.

Kata dia, ada aspek khusus yang seyogyanya menjadi pertimbangan. Karena, selain sebagai tulang punggung keluarganya masing-masing, para tersangka ini juga menjabat sebagai prajuru adat di Desa Adat Taro Kelod.

Khawatirnya, akan menghambat jalannya pemerintahan desa adat termasuk aktivitas adat istiadat yang tidak dapat berjalan maksimal.

“Kami siap kooperatif jika penangguhan penahanan ini dikabulkan. Nanti di persidangan perkara ini, klien kami akan ungkap fakta sebenarnya dengan terang benderang sehingga keadilan dapat diperoleh oleh klien kami,” tandasnya. (ina/kb)

 

Berita Terkait

Back to top button