BulelengNews Update

Krama Pakrimik Soal Wacana Desa Malinggih Tidak Dilibatkan Pelaksanaan Aci Adat di Desa Adat Bulian

SINGARAJA, Kilasbali.com — Mencuat kabar Lembaga Desa Malinggih tidak akan dilibatkan dalam rangkaian pelaksanaan aci adat di wilayah Desa Adat Bulian, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng.

Kabar itupun diposting oleh warganet Mang Ana Jogger di media sosial (medsos) facebook miliknya. Tak pelak postingan tersebut menuai ragam komentar hingga membuat krama Desa Adat Bulian mulai pakrimik.

Klian Desa Malinggih Desa Adat Bulian, I Nyoman Arcana tak menampik terkait kabar tersebut. Tidak hanya itu, Klian Arcana juga mengakui jika dirinya lah yang memposting di akun facebook Mang Ana Jogger soal wacana tidak dilibatkannya Lembaga Desa Malinggih dalam rangkaian pelaksanaan aci adat di wewidangan Desa Adat setempat oleh Bendesa Adat Bulian Ketut Pasek S, Pd.

Baca Juga:  Angka Stunting Indonesia Turun Jadi 21,6%

“Ya, postingan di facebook itu sengaja dipublis agar diketahui publik. Tujuannya bukan cari dukungan, terlebih viral, namun hal itu lebih kepada sebuah transparansi (keterbukaan) ke publik khusunya krama Desa Adat Bulian yang memiliki medsos facebook. Persoalan itu memang benar adanya,” terang Klian Arcana, Jumat (9/12).

Menurutnya, wacana itu pertama kali diampaikan oleh Petajuh (sekretaris) Desa Adat Bulian I Gede Sukanca dalam paruman (rapat) resmi dihadiri 29 orang Desa Malinggih di Bale Agung Pura Manua Desa Adat Bulian pada Kamis (8/12) sore.

“Seluruh krama desa malinggih DesaAdat Bulian mendengar dan menyaksikan penyampaian Petajuh Sukanca soal tidak akan dilibatkannya Lembaga Desa Malinggih dalam pelaksanaan kegiatan aci adat selama kepemimpinan Bendesa Pasek sampai tahun 2025 mendatang. Ya jelas hal ini menimbulkan pakrimik bahkan berpotensi membuat keresahan karena bertentangan dengan dresta serta awig awig tahun 1988,” ungkapnya.

Baca Juga:  Polres Gianyar Gagalkan Peredaran Ganja 4,5 Kg


Nah, sebagai bentuk pertanggungjawaban wacana Bendesa Pasek yang disampaikan oleh Petajuh Sukanca itu, maka disepakati dan diputuskan oleh krama Desa Malinggih Desa Adat Bulian agar membuat pernyataan secara resmi.

“Jika memang tidak akan melibatkan Lembaga Desa Malinggih dalam pelaksanaan Panca Yadnya atau Praja Karya di Desa Adat Bulian, kami minta Bendesa Pasek membuat pernyataan resmi secara tertulis dan disertai upasaksi secara sekala dan niskala,” tegasnya.

Terpisah, Petajuh Sukanca ketika dikonfirmasi mengakui sempat menyampaikan wacana tidak dilibatkannya lembaga desa malinggih dalam pelaksanaan aci adat dalam paruman tersebut.

Baca Juga:  Vaksinasi Booster Kedua Bagi ODGJ

Meski Petajuh Sukanca terkesan enggan membeberkan apa yang mendasari munculnya  persoalan itu, namun Klian Sukanca meyakini hadirnya postingan di medsos facebook tersebut  lantaran miskomunikasi antara Bendesa Pasek dengan Klian Arcana soal Pujawali Ageng saat Hari Raya Tumpek Landep pada Sabtu (5/11) lalu.

“Ini kami yakin hanya miskomunikasi yang berujung pada penolakan oleman oleh Klian Arcana saat dilaksanakannya Pujawali Ageng Tumpek Landep. Saat ini kami berupaya melakukan mediasi supaya krama Desa Adat Bulian tetap nyaman,” singkatnya.

Berita Terkait

Back to top button