GianyarNews UpdateSeni Budaya

Prosesi Pelebon Pendiri Drama Gong Bakal Ikuti Ratusan Seniman

GIANYAR, Kilasbali.com – Prosesi pelebon pendiri drama gong almarhum Anak Agung Gde Raka Payadnya atau akrab di sapa Raka Payadnya dipastikan bakal diikuti ratusan seniman khususnya seniman drama gong.

Selain bakal ambil bagian dalam ped pemendakan lembu, juga akan persembahan drama gong lintas generasi untuk mengenang jasa penglingsir Puri Abianbase, Gianyar ini1.

Pantauan, Minggu (11) keluarga puri sedang disibukan persiapan pelebon dengan rangkaian prosesi ngedetin. Sementara puncaknya pada 17 Desember 2022 mendatang.

Bade tumpang sia yang akan digunakan pada hari H diarsiteki oleh menantu beliau sendiri, Anak Agung Rajantara. Sementara lembu cemeng dibuat di Puri Langon, Ubud diawasi langsung oleh
Tjokorde Ngurah Suyadnya atau akrab disapa Cok Wah.

“Lembu cemeng atur-aturan dari penggemar berat beliau Cok Wah keluarga Puri Agung Ubud keponakan pak Cok Ace wakil gubernur,” ujar Agung Rajantara

Menurut Gung Raja, Anak Agung Gde Raka Payadnya yang dulunya berperan sebagai raja muda yang merupakan daya tarik pada zamannya, memiliki ikatan emosional yang kuat dengan Cok Wah. Bahkan jelang berpulangnya beliau hanya Cok Wah yang masih diingat.

Baca Juga:  Pembangunan Pariwisata Bali Sejak Ratusan Tahun

“Tahun tenarnya drama gong, bila drama gong Abianbase pentas diseputaran Ubud, menurut Cok Wah dirinya saat masih kecil itu tidak mau menonton dari depan, ia selalu ke belakang panggung dan duduk dipangkuan Anak Agung Raka Payadnya saat sedang merias wajah. Bahkan menjelang akhir hayatnya hanya cok wah yang masih diingat,” tuturnya.

Baca Juga:  Kasus Gigitan Anjing di Bali Capai 34.858 Korban

Lebih lanjut dijelaskan, prosesi pelebon diawali tanggal 11 Desember 2022 ngedetin, tanggal 14 Desember 2022 mendak Lembu Cemeng. Dalam prosesi mendak Lembu Cemeng itu akan berisi prosesi mepeed dari Balai Budaya Gianyar menuju Puri Abianbase yang berjarak sekitar 1 kilometer diantaranya ada pemeran drama gong dan gong suling.

Selanjutnya tanggal 15 Desember 2022 nyiramin layon. Tanggal 16 Desember 2022 nyuwung dan 17 Desember 2022 puncak pelebon. “Saat nyuwung akan dipersembahkan pementasan drama gong pada malam harinya yang diinisiator oleh rekan-rekan beliaua. Tanggal 17 belas saat prosesi pelebon juga akan diisi iringan peed seniman drama gong dari Puri Abianbase menuju Setren Desa Adat Abianbase. Sekitar 500 meter ke selatan,” ungkapnya.

Dalam prosesi nanti Agung Raja mewakil keluarga puri pun memohon permakluman kepada warga sekitar dan pengguna jalan dalam prosesi tersebut akan sedikit menggangu kelancaran arus lalu lintas. “Kepada warga sekitar dan pengguna jalan selama prosesi akan terganggu arus lalulintas. Kami harap mohon permakluman dan bisa mencari jalur alternatif,” harapnya.

Baca Juga:  Kedatangan Wisatawan Tiongkok Angin Segar Pariwisata Bali

Anak Agung Gde Raka Payadnya berpulang menuju sunialoka, Kamis, 22 September 2022, pukul 11.45 wita lalu akibat infeksi paru-paru yang dideritanya. Beliu sempat dirawat selama 13 hari di Rumah Sakit Sanjiwani Gianyar.

Sebelumnya, seniman besar itu menderita sakit parkinson yang rutin melakukan check up. Sementara Jenazah Raka Payadnya sendiri telah diupacarai dalam upacara mekingsan di geni, Jumat 23 September lalu. (Ina/KB)

Berita Terkait

Back to top button