GianyarNews UpdateSosial

Bupati Gianyar Jenguk Tersangka Prajuru Taro Kelod

GIANYAR, Kilasbali.com – Bupati Gianyar, I Made Mahayastra menjenguk tujuh orang prajuru Desa Adat Taro Kelod, Tegalalang di Mapolres Gianyar, Senin (12/12).

Dihadapan Prajuru yang kini berstatus tersangka tersebut, bupati mencoba memberikan semangat dalam menghadapi proses hukum.

Usai menemui para tersangka, Mahayastra membenarkan pihaknya ke Polres Gianyar untuk menjenguk prajuru Desa Adat Taro Kelod.

Dia pun memberikan dukungan moril pada semua tersangka itu, dan meminta agar menghadapi secara gentle. Selain itu, Mahayastra juga mengirim utusannya ke rumah keluarga Mangku Ketut Warka.

Meskipun tak memiliki kewenangan untuk mengintervensi proses hukum, pihaknya berharap ada jalan keluar yang bisa ditemukan saat pihaknya bertemu dengan kedua belah pihak.

Disebutkan, semua pihak adalah warga Gianyar, sehingga permasalahan itu dipastikan tidak akan pernah selesai secara tuntas. Baginya, permasalahan di bidang hukum, ke masyarakat, sosial, itu wajib bupati harus ikut berperan aktif.

Baca Juga:  RAPI Wilayah Lima Denpasar Menempuh Perjalanan Panjang

Karena kebenaran yang sebenarnya bukan kalah dan menang. Tapi kebenaran yang dicapai adalah apa yang bermanfaat untuk seluruh warga, sehingga tidak ada nilai yang lebih tinggi daripada kedamaian.

“Saya  juga mengirim utusan ke pihak Pak Warka untuk bagaimana mencari kebenaran yang setinggi-tingginya, yang bisa dinikmati oleh anak cucu kita,” ujar Mahayastra.

Mahayastra menilai, jika hal ini tak diselesaikan secara damai. Maka dampak negatifnya akan membekas pada generasi mendatang.

“Jangan sampai ini berlanjut sampai ke anak cucu, tidak akan selesai-selesai permasalahannya. Jadi, disinilah kewajiban kita untuk menuntaskan sampai ke akar-akarnya. Sehingga saya tengok, berikan dukungan moril. Pak Warka juga dikunjungi oleh utusan kita, untuk menyampaikan sangat penting untuk kita hidup berdamai. Apalagi hidup dalam satu wilayah, bertetangga dan ada juga yang bersaudara. Jadi kita berharap seperti itulah,” ujarnya.

Baca Juga:  Disbud Bali Bantah Lomba Utsawa Dharma Gita Berhadiah Miliaran Rupiah

Terkait penangguhan penahan, pihaknya menyerahkan sepenuhnya pada penasehat hukum para tersangka.

“Pengacaranya pasti sudah mengupayakan. Karena sekarang ini di Taro Kelod ada upacara pedudusan, ada mecaru, mependem, dan itu upacara besar bagi umat Hindu. Untuk ngayahnya sudah dari sekian lama. Jadi prajuru yang masih memimpin kan prajuru ini. Jadi dengan alasan itu, di samping Galungan juga sudah dekat,” katanya.

Mahayastra meminta kasus ini menjadi pelajaran bagi semua pihak. Yakni tidak bertindak sesuai kebenaran kita semata. “Mudah-mudahan ini dijadikan pelajaran. Apapun keyakinan kita, kebenaran kita, kita harus menghormati hukum positif. Karena kebenaran yang dipakai di negara kita adalah hukum positif. Walau kita benar, selesaikan dengan baik-baik. Saya sudah sampaikan ini pada prajuru, agar jangan mengulangi perbuatannya lagi,” tandasnya.

Baca Juga:  Tiang Miring Usik Konsentrasi Pemotor

Penasehat Hukum tersangka, I Gede Narayana menyebutkan, pihaknya sangat berterimakasih kepada Bupati Gianyar yang telah meluangkan waktunya menjenguk para tersangka.

Saat pertemuan itu, bupati menyemangati para tersangka dan senantiasa menjaga kesehatan dalam menjalani proses hukum.

“Dalam proses hukum upaya perdamaian adalah solusi terbaiknya. Namun karena ini sudah harus  berproses seperti ini, tentunya harus dihormati bersama,” terangnya.

Kini pihak nya mengaku sudah mengajukan penetapan penangguhan atau pengalihan tahanan. Harapannya dalam sidang perdana mendatang, sudah ditetapkan oleh majelis hakim.

“Pertimbangannya kan banyak. Mudah-mudahan permohonan pengalihan tahanan ini dipenuhi dalam penetapan nanti,” harapnya. (ina/kb)

Berita Terkait

Back to top button