GianyarPeristiwa

Geger! Warga Temukan Bayi di Semak-semak

GIANYAR, Kilasbali.com – Geger! Warga temukan bayi di semak-semak. Peristiwa itu terjadi di Banjar Tegenungan, Kemenuh, Sukawati, Rabu (21/12) pagi.

Syukurnya, tangis sang bayi ini didengar oleh seorang warga yang sedang buang air kecil di semak-semak, dan nyawa sang bayi pun berhasil diselamatkan.

Bayi perempuan ini ditemukan pertama kali oleh pedagang Pasar Sukawati asal Tampaksiring, Ni Wayan Mangkin (50).

Sekitar Pukul 09.00 Wita, Mangkin melintas di Tegenungan dan berhenti di sebelah utara Pura Crancang Kawat, lantaran kebelet buang air kecil.

Saat jonggkok di semak-semak, samar-samar terdengar tangisan bayi. Lantaran takut, Mangkin lantas memanggil warga yang melintas dan bersama-sama mencari suara tangisan itu.

Seorang bayi akhirnya ditemukan dalam kondisi tidak diselimuti dan dikerubuti semut. Dengan gerak cepat, bayi itu dibawa ke Puskesmas Sukawati I untuk mendapatkan penanganan.

Baca Juga:  Vaksin Booster 2 Gianyar Sasar ASN

Kepala Puskesmas Sukawati I, dr. Ida Bagus Ketut Suryana menjelaskan bahwa bayi tersebut langsung mendapat perawatan medis, mulai dari dibersihkan, hingga diberikan vitamin K.

Terlebih saat ditemukan bayi tersebut dikerubuti semut, beruntung tidak sampai masuk ke dalam telinga dan hidungnya. “Ari-ari  masih ada dan kami potong  disini,” ungkapnya.

Diduga kuat bayi tersebut lahir lebih dari 8 jam sebelum ditemukan. Bayi itu lahir sudah cukup bulan atau kemungkinan sudah berusia 9 bulan kandungan karena alat geraknya sudah lengkap.

Baca Juga:  Minim Minat Tokoh Gianyar Terjun Politik

Beratnya 3 kilogram dengan panjang 50 cm. Selanjutnya bayi itu kita rujuk ke RSU Sanjiwani.

Selain ditangani aparat kepolisian, pihak Desa Kemenuh juga ikut proaktif menelusuri jika ada kemungkinan warganya yang melakukan tindakan keji itu.

Perbekel Kemenuh, Dewa Nyoman Neka menyebutkan, selain penduduk asli, penduduk pendatang yang kos atau menetap permanen langsung dipantau.

Baca Juga:  Pj Sekda Gianyar, Dewa Alit Mudiarta Didefinitifkan

“Kami sudah berkoordinasi dengan kelian banjar agar memantau warga dan penduduk pendatang yang mengarah pada aborsi. Namun tidak menuduh penduduk pendatang, karena jika penduduk asli, kecil kemungkinan membuang bayi. Atau mungkin saja orang luar yang membuang di Kemenuh,” terangnya. (ina/kb)

Berita Terkait

Back to top button