GianyarNews Update

AKI dan AKB Gianyar

GIANYAR, Kilasbali.com – Persentase Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Gianyar memang terbilang rendah secara nasional. AKB mencapai 45 dan AKI sebanyak 6 orang di tahun 2022.

Angka ini belum menunjukkan hasil maksimal dari pelaksanaan sejumlah program pemerintah hingga torehan prestasi Gerakan Rumah Sakit Sayang Ibu dan Bayi (GRSSI-B).

Dari data yang diterima, tahun 2022 jumlah bayi lahir sampai bulan November sebanyak 5.277 jiwa. Sedangkan dari jumlah kelahiran tersebut, angka kematian bayi tercatat sebanyak 45 jiwa.

Baca Juga:  Seorang Anak Digigit Anjing Rabies

Target angka kematian bayi secara nasional Tahun 2022 adalah 24/ 1.000 Kelahiran Hidup, sedangkan di Kabupaten Gianyar 8,5/1.000 kelahiran.

Plt. Kadiskes Gianyar, Ni Nyoman Ariyuni mengungkapkan, tahun 2022 ini target yang ingin dicapai adalah 8,6/1000 kematian.

“Jumlah ini jauh lebih rendah dari Nasional dan Bali bila kita melihat persentase angka kematian, bisa di bawah 10/1.000 adalah prestasi bagi kami,” jelas Kadiskes Ariyuni.

Baca Juga:  Hari Arak Bali, Gianyar Tak Pasang Baliho

Sedangkan sampai akhir November jumlah ibu hamil di Gianyar sebanyak 5.830 Bumil. Angka kematian ibu hamil tercatat 6 kasus. Secara nasional target Angka Kematian Ibu (AKI) tahun 2022 adalah 205/100.000 Kelahiran Hidup .

Sedangkan untuk Kabupaten Gianyar Angka Kematian Ibu AKI sampai November 2022 adalah 113/100.000 Kelahiran Hidup. Bila melihat angka tersebut, Kabupaten Gianyar sudah lebih rendah dari nasional,” tambah Ariyuni

Sedangkan upaya yang dilakukan untuk memperkecil angka kematian ibu hamil dan kematian bayi, Dinas Kesehatan telah melakukan beberapa upaya.

Baca Juga:  Pihak Rental Motor Diminta Perhatikan Kecakapan Bermotor

Beberapa kegiatan pemeriksaan ibu hamil dengan program 10T, kegiatan lainnya adalah àpenyuluhan tentang gizi ibu hamil, pendidikan ibu hamil dan deklarasi ibu hamil Indonesia.

“Kegiatan tersebut didukung seluruh Puskesmas di Gianyar dan dukungan Posyandu,” pungkasnya.  (ina/kb)

Berita Terkait

Back to top button