DenpasarSeni BudayaTokoh

Lomba Ogoh-ogoh Nyepi Caka 1945

DENPASAR, Kilasbali.com – Menyambut Hari Raya Nyepi Caka 1945 tahun 2023, Gubernur Bali, Wayan Koster kembali menggelar lomba ogoh-ogoh se-Bali.

Kali ini, lomba tidak ada pembatasan jumlah peserta yang mengarak ogoh-ogoh. Karena sudah tidak ada kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) terkait pandemi Covid-19.

Dalam siaran pers pada Minggu (8/1), lomba ogoh-ogoh se-Bali sebagai upaya mewadahi kreativitas para yowana Bali.

“Saya sangat menyadari bahwa generasi milenial Bali memiliki talenta dan jiwa seni yang sangat tinggi, hal ini dibuktikan dengan berbagai kreasi seni telah diciptakan, diantaranya adalah ogoh-ogoh,” kata Koster.

Menurutnya, talenta kreatif ini harus terus disemai, dipupuk, dan diberikan ruang agar tumbuh subur dan berkembang menjadi sumber nilai kehidupan dan penghidupan masyarakat Bali.

“Lomba ogoh-ogoh adalah salah satu bentuk apresiasi terhadap kreativitas generasi muda (yowana) se-Bali dalam perayaan Hari Raya Nyepi melalui cipta peradaban seni,” ungkapnya.

Baca Juga:  Pelaku Pariwisata Bali Divaksin Booster Tahap Dua

Meskipun tidak ada pembatasan, pihaknya mengimbau kepada para generasi muda agar dalam pengarakan ogoh-ogoh dilakukan dengan tertib dan disiplin.

“Para generasi muda agar membuat ogoh-ogoh dengan kreatif dan inovatif serta mengedepankan keindahan, etika, dan estetika guna memeriahkan Hari Raya Nyepi Tahun 2023,” pungkasnya.

Gubernur Bali Wayan Koster. foto/kilas

Adapun kriteria lomba ogoh-ogoh, yakni: ogoh-ogoh dibuat baru, penilaian dilaksanakan di balai banjar, balai desa, atau tempat lain sebelum diarak, dibuat dari bahan-bahan alami yang ramah lingkungan, tidak diperbolehkan menggunakan styrofoam, spon, dan plastik sekali pakai.

Baca Juga:  Arak Bali Hilangkan Bau Amis

Selain itu, tinggi ogoh-ogoh 3 – 5 meter, bercirikan tradisi Hindu Bali dengan tidak menampilkan unsur politik, SARA, dan pornografi; dan ogoh-ogoh dapat berwujud santa rupa (figur kedewataan) atau rudra rupa (figur keraksasaan).

Sementara itu, untuk unsur penilaian yakni: estetika terkait tema, bahan, konstruksi, anatomi/proporsi, ekspresi, dan kreativitas; kemudian etika busana, gelungan, pepayasan; dan religius sumber sastra, nilai-nilai filosofis.

Baca Juga:  Kasus Rabies di Bali Pertama Kali Muncul di Pecatu

Terkait hadiah, sembilan terbaik I tingkat kabupaten/kota se-Bali masing-masing memperoleh penghargaan berupa uang sebesar Rp50 juta dan piagam penghargaan, terbaik II tingkat Rp 35 juta, dan terbaik III tingkat Rp25 juta.

Selain itu, tiga nominasi terbaik masing-masing kecamatan se-Bali memperoleh hadiah uang masing –masing sebesar Rp5 juta.

Pendaftaran Lomba Ogoh-ogoh 2023 dimulai tanggal 5 s/d 22 Februari 2023 secara online melalui link: http://cutt.ly/pendaftaran-lomba-ogohogoh2023. (jus/kb)

Berita Terkait

Back to top button