CeremonialDenpasarNews UpdatePemerintahan

Mantan Asisten I Pemprov Bali, Gusti Sunendra Dilantik Jadi Ketua PPI Bali

DENPASAR, Kilasbali.com – Mantan Asisten I Bidang Pemerintahan Pemprov Bali I Gusti Made Sunendra dilantik menjadi Ketua Dewan Pimpinan Daerah – Persatuan Pensiunan Indonesia (DPD – PPI) Provinsi Bali periode 2022 – 2027.

Pelantikan dilakukan Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra, dan berlangsung di gedung Wiswa Sabha Kantor Gubernur Bali di Renon – Denpasar, Selasa (17/1) pagi.

Dewa Indra mengaku bangga dan bahagia bertemu para senior. Apalagi terdapat tiga mantan Sekda Bali. “Saya hanya melanjutkan. Seperti ban serep. Lama-kelamaan habis dan diganti,” ungkapnya.

Pihaknya menyatakan siap memfasilitasi dan bahkan pembentukan kesekretariatan. Kata dia, ini sebagai bentuk ungkapan terima kasih dan apresiasi atas kinerja para pensiunan ASN, yang merupakan para seniornya.

“Ini sungguh luar biasa, sudah purna tugas tapi terus berdedikasi untuk masyarakat. Para pensiunan tetap aktif, sehat, dan sejahtera,” pungkasnya.

Ketua Dewan Pembina Pimpinan Pensiunan Indonesia, Muhammad Feisal Tamin menuturkan kisah dirinya ke Bali. Yakni dimulai saat zaman Gubernur Bali Sukarmen.

Baca Juga:  SSGI 2022, Stunting di Bali Turun Jadi 8%

Kala itu, dirinya berusia 32 tahun. “Saat itu saya sudah menjadi kepala humas Kemendagri. Menjadi telinga dan mulut, sehingga harus mengetahui A – Z Mendagri,” tuturnya.

Dikatakan, pelantikan organisasi PPI paling ditunggu. Dijelaskan, belum lama ini dia juga melantik PPI unit Kepolisian Negara Republik Indonesia. Karena, organisasi ini anggotanya tidak sebatas PNS. Anggota organisasi mulai dari pejabat negara, mantan pegawai BUMN, hingga mantan DPR.

Dia menambahkan, selain sebagai wadah tali silaturahmi, juga untuk memperjuangkan nasib, kepentingan, dan harapan. Hal itu, kata dia sangat manusiawi. Karena mencari pensiunan itu setengah mati.

Baca Juga:  Program Khusus JNE Meriahkan Imlek 2574

Apalagi, lanjut dia, ada selentingan yang menyebut pensiunan itu menjadi beban negara. Pihaknya menyatakan dengan tegas tidak sependapat dan potres.

“Pensiunan itu membantu negara. Maka dari itu, harus ada perjuangan. Kita masih berguna. Apalagi di bidang pendidikan, keluar ilmunya yang bermanfaat bagi negara, paling tidak untuk anak cucu kita,” jelas mantan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara pada Kabinet Gotong Royong.

Baca Juga:  RAPI Wilayah Lima Denpasar Menempuh Perjalanan Panjang

Ditemui seusai dilantik, Gusti Sunendra menyampaikan, setelah pensiun tidak berhenti. Akan tetapi tetap berpikir. Yakni memberikan masukan-masukan ke pemerintah dalam upaya membantu Republik Indonesia agar lebih bagus.

Perjuangan untuk di Bali sendiri, lanjut dia, sesuai arahan PPI yakni pensiunan abdi negara mendapat penghormatan terakhir. Yakni ditutupi bendera merah putih saat pengabenan.

“Itu penghargaan, kami tidak mengharapkan apa-apa, bendera waktu meninggal itu merupakan penghargaan setelah puluhan tahun mengabdi, dan masa pensiun menyumbangkan pikiran untuk republik ini,” pungkasnya.  (jus/kb)

Berita Terkait

Back to top button