GianyarSosial

Armada Damkar Gianyar Banyak Rusak Parah

GIANYAR, Kilasbali.com – Memiliki 14 unit armada pemadam kebakaran (damkar), ternyata kebanyakan hanya pajangan. Karena hanya 4 unit yang bisa dioperasikan. Sisanya rusak berat dan rusak ringan lantaran menunggu anggaran perbaikan.

Syukurnya, dengan terbatasnya armada dan peralatan, petugasnya tetap cepat tanggap setiap ada bencana kebakaran.

Terkait sorotan anggota dewan saat menyambangi Pos Induk Damkar, Selasa lalu, petugas damkar pun berharap agar masalah keterbatasan armada dan peralatan ini segera ditindaklanjuti.

Kasat Pol PP dan Damkar, I Made Wata pun menyambut baik kedatangan serta sorotan dewan tersebut. Kepada media, Rabu (18/1), Wata mengatakan kunjungan Komisi 1 DPRD Gianyar itu justru akan menunjukan kondisi riil di lapangan.

Mengenai kondisi yang dihadapi, Wata mengungkapkan bahwa sampaikan sampai saat ini memiliki 14 unit kendaraan truk, 2 unit kendaraan pick up serta 2 unit sepeda motor.

Namun, kendaraan truk yang dalam kondisi rusak berat sebanyak 3 unit lantaran produk lama dan bantuan Jepang yang spare partnya sudah tidak ada lagi.

Baca Juga:  9 Ball Tournament Billiard Generasi Muda FKPPI

Sementara sisanya 11 unit hanya 4 unit yang siap pakai. Karena 7 unik lainnya, rusak dan kini sedang diajukan untuk proses service termasuk pergantian suku cadang. “Iya memang kebanyakan rusak,” ungkapnya.

Banyaknya armada rusak sebutnya, lantaran di massa covid yang hampir 2 tahun lebih belum pernah di service, tidak ada peremajaan mulai dari penggantian accu hingga suku cadang yang tidak  maksimal.

“Karena kondisi keuangan saat itu, sehingga berdampak pada masing-masing OPD. Kami pun kebagian anggaran yang kecil lantaran rasionalisasi.  Ini berdampak, karena armada di Damkar sifatnya khusus dan harus ditangani oleh dealer resmi,” terangnya.

Baca Juga:  Efektivitas Berkomunikasi di Era Digitalisasi

Walaupun demikian, dia menegaskan bahwa pelayanan pemadaman hingga pencegahan kebakaran tetap berjalan lancar sesuai SOP serta tdk pernah menolak laporan masyarakat.

“Petugas tetap sigap dengan motto “Pantang Pulang Sebelum Api Padam”.  Termasuk Tugas tambahan juga banyak kita layani. Seperti penyemprotan gundukan tanah akibat longsor ataupun saluran got, irigasi yang tersumbat. Termasuk tangkap ular hingga  mengusir tawon,” pungkasnya. (ina/kb)

Baca Juga:  Inflasi Bali 6,2, Cok Ace Operasi Pasar

 

Berita Terkait

Back to top button