Tabanan

Optimalisasi TTP Sanda

TABANAN, Kilasbali.com – Sejak diserahkannya Taman Teknologi Pertanian (TTP) Sanda oleh Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan pada 2019 lalu, tempat yang direncanakan menjadi penelitian untuk sektor pertanian ini belum ada aktivitas.

Hal itu disampaikan Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya, Rabu (25/1). Namun, kata Sanjaya, sejalan dengan dibentuknya Badan Riset dan Inovasi Daerah (Bripda), maka optimalisasi TTP ini akan segera dilakukan.

“Saat ini kondisi TTP Sanda sudah bersih, Pak Sekda, Dinas Pertanian, dan tim ahli sudah ke lokasi. Dengan adanya Bribda ini, nantinya optimalisasi TTP Sanda akan dilakukan. Tidak banyak TTP Sanda, tapi juga beberapa proyek pembangunan di Tabanan yang belum optimal akan menjadi tanggungjawab Bripda,” jelasnya.

Baca Juga:  Petugas Temukan Toko Emas di Pasar Tabanan Gunakan Timbangan Pocket

Lanjutnya, meski akan menjadi tanggungjawab dari Bripda, namun untuk optimalisasi TTP Sanda ini, tetap harus menunggu arahan Gubernur Bali. Selain menunggu arahan, Pemkab Tabanan juga akan melakukan pendekatan dan sosialisasi ke masyarakat sekitar mengenai keberadaan TTP ini.

“Nanti akan kami sampaikan kepada Pak Gubernur terkait program pertanian ini. Terkait sosialisasi kepada masyarakat sangat diperlukan, karena status TTP sebagai lembaga riset pertanian yang menghasilkan program pertanian unggulan Tabanan harus diketahui oleh masyarakat,” lanjut Sanjaya.

TPP adalah bantuan dari Kementerian Pertanian untuk Kabupaten Tabanan melalui Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Provinsi Bali, TPP dibangun pada 2017 di Desa Sanda.

Baca Juga:  Gerakan Hidup Sehat Bagi Masyarakat Tabanan

Setelah pembangunan rampung tahun 2020, pengelolaannya diserahkan ke Pemkab Tabanan dengan leading sector Dinas Pertanian Tabanan.

Konsep awal rancangan TPP ini adalah berbagai teknologi pertanian dalam arti luas. Seperti contoh cara membuat benih padi, budidaya sayur, budidaya buah manggis, pisang, beternak ataupun mengolah kopi. (m/kb)

Berita Terkait

Back to top button