GianyarSosialTokoh

Gubernur Koster Tatap Muka dengan Masyarakat Gianyar

Serahkan BKK Miliaran Rupiah hingga Hibahkan Aset Tanah

    GIANYAR, Kilasbali.com – Gubernur Bali Wayan Koster bersama Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Koster – Ace) menyerahkan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) kepada Pemerintah Kabupaten Gianyar senilai Rp 6,58 miliar.

    Hal itu terungkap saat Gubernur Koster bertatap muka dengan Bupati Gianyar, DPR-RI Dapil Bali, DPRD Bali Dapil Gianyar, Ketua dan Anggota DPRD Gianyar, Panglingsir Puri se-Kabupaten Gianyar, Perbekel, Bendesa Adat, Seniman, hingga tokoh masyarakat se-Kabupaten Gianyar di Balai Budaya Gianyar, Jumat (10/2).

    Tak hanya itu, di Bumi Seni ini, Koster-Ace juga menyerahkan bantuan aset tanah kepada Pemerintah Kabupaten Gianyar sebanyak 24 bidang tanah dengan luas 7,51 hektar untuk penyelenggaraan Pemerintahan di Kabupaten Gianyar; bantuan aset tanah sebanyak 1 bidang tanah dengan luas 6,53 are untuk Desa Petak, Kecamatan Gianyar; BKK kepada Pemerintah Desa se-Kabupaten Gianyar senilai Rp 4,74 miliar untuk tambahan penghasilan perbekel dan perangkat desa; hibah BKK kepada 273 Desa Adat se-Gianyar senilai Rp 81,9 miliar; dan BKK kepada 572 subak senilai Rp 5,72 miliar.

    Gubernur Koster mengungkap telah memfasilitasi pembangunan Pasar Seni Sukawati Blok A, B dan C melalui APBN Kementrian PUPR RI senilai Rp 163 miliar; Pasar Rakyat Tematik Wisata Ubud melalui APBN Kementrian Perdagangan RI senilai Rp 75 miliar; dan Renovasi Stadion Kapten I Wayan Dipta melalui APBN Kementerian PUPR senilai Rp 130 miliar.

    Baca Juga:  Debat dan IAPI Bali Award, Ini Harapan Sekda Bali

    Dalam kesempatan itu, Gubernur Koster mengajak Bupati Gianyar bersama jajaran, perbekel, bendesa adat, dan seluruh komponen masyarakat di Kabupaten Gianyar untuk mempercepat program dan dilaksanakan dari tingkat kabupaten/desa/desa adat dengan melakukan penguatan dan pemajuan kebudayaan Bali sebagai pelaksanaan Perda Nomor 4 Tahun 2020.

    Kemudian, melaksanakan penggunaan bahasa, aksara, dan sastra Bali serta penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali; menggunakan busana berbahan kain tenun endek Bali setiap hari Selasa dan Busana adat Bali setiap hari Kamis, Purnama, Tilem dan Hari Jadi Pemerintah Daerah; mengendalikan penggunaan tas kresek plastik, pipet plastik, dan styrofoam dengan memanfaatkan tas ramah lingkungan di pasar tradisional dan membatasi timbulan sampah plastik sekali pakai. “Melakukan pengelolaan sampah berbasis sumber; dan menggunakan energi bersih sebagai pendukung destinasi wisata di Gianyar,” ajaknya.

    Sementara itu, Bupati Gianyar, I Made Agus Mahayastra menyampaikan, pencapaian 44 Tonggak Peradaban Penanda Bali Era Baru yang diraih Gubernur Koster dan Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati sangat luar biasa dan ini adalah peradaban abad ke-21.

    Baca Juga:  Pasar Murah dan Badung Promo Tani

    “Titiang yakin 76 tahun mendatang tidak bisa membangun seperti ini (pembangunan yang dicapai Gubernur Koster, red). Jadi ini betul-betul Tonggak Peradaban Penanda Bali Era Baru di abad ke-21,” ujarnya.

    Dia menambahkan, Gubernur Koster bakal diingat selamanya oleh masyarakat, karena bekerja fokus, tulus, lurus, ikhlas, dan tegas untuk menjaga Pulau Bali. “Kami memberikan apresiasi atas segala dukungan dari Pemerintah Provinsi Bali di era kepemimpinan Gubernur Koster dalam membangun sejumlah infrastruktur di Kabupaten Gianyar seperti renovasi Pasar Seni Sukawati, Pasar Ubud, dan Stadion Kapten I Wayan Dipta,” ungkapnya.

    Tidak hanya itu, lanjut dia, Gubernur Koster juga telah membangun dua SMA Negeri di Kabupaten Gianyar. “Untuk itu kita patut menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya. Masyarakat Gianyar akan terus mendukung Bapak Gubernur untuk terus berkarya membangun Bali,” pungkasnya. (m/kb)

    Baca Juga:  Saksi Ganjar-Mahfud di Tabanan Tolak Tanda Tangani Hasil Pleno Kecamatan

     

    Back to top button