JembranaPemerintahanSosialTokoh

Gubernur Koster Serahkan BKK Puluhan Miliar Rupiah di ‘Bumi Makepung’

    JEMBRANA, Kilasbali – Gubernur Bali, Wayan Koster didampingi Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Koster-Ace) menyerahkan Bantuan Keuangan Khusus  (BKK) Rp 43 miliar ke Pemerintah Kabupaten Jembrana. Momen itu terekam saat Gubernur Koster bertatap muka dengan ribuan masyarakat yang ada di Bumi Makepung di Gedung Olah Raga (GOR) Kresna Jvara, Banjar Sawe Rangsasa, Dauhwaru, Jembrana, Selasa (14/2).

    Acara itu juga dihadiri Bupati dan Wakil Bupati Jembrana, DPRD Bali Dapil Jembrana, Ketua dan Anggota DPRD Jembrana, Camat, Perbekel, Lurah, Bendesa Adat, Tokoh Puri, Tokoh Masyarakat, hingga yowana se-Jembrana.

    Gubernur Koster juga menyerahkan aset sebanyak 16 bidang tanah untuk penyelenggaraan pemerintahan, bantuan sosial kepada korban bencana total Rp 2,1 miliar yang diantaranya dimanfaatkan untuk rehab rumah warga sebanyak 60 unit sebesar Rp 1,84 miliar, sarpras perekonomian dan fasilitas umum sebesar Rp 115 juta, dan menangani bencana kebakaran pasar di Desa Adat Lelateng sebesar Rp 145,30 juta.

    Selanjutnya, BKK Rp 2,66 miliar kepada Pemerintah Desa se-Jembrana untuk tambahan penghasilan perbekel dan perangkat desa; BKK Rp 19,2 miliar kepada 64 desa adat, dan BKK Rp 2,3 miliar kepada 230 subak dan subak abian se-Jembrana.

    Baca Juga:  Semarak Perayaan Tahun Baru Imlek 2575 Kongzili di Kawasan Heritage Jalan Gajah Mada

    Dalam kesempatan itu, Gubernur Koster mengajak bupati bersama jajaran, perbekel, lurah, bendesa adat, dan seluruh komponen masyarakat Jembrana untuk melakukan penguatan dan pemajuan kebudayaan Bali, kemudian melestarikan bahasa, aksara, dan sastra Bali serta melaksanakan penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali secara tertib di kabupaten sampai ke tingkat desa/desa adat.

    Selain itu, juga melaksanakan program timbulan sampah plastik sekali pakai. “Karena pasar tradisional masih menggunakan tas kresek, jadi ini harus ditegakkan untuk jangan lagi menggunakan tas kresek, pipet plastik, dan Styrofoam,” pintanya.

    Pihaknya juga meminta agar melakukan pengelolaan sampah berbasis sumber, hingga menggunakan busana berbahan kain tenun endek bali setiap hari selasa dan busana adat Bali setiap hari Kamis, Purnama, Tilem dan Hari Jadi Pemerintah Daerah, dengan memanfaatkan hasil kerajinan IKM/UMKM di Jembrana pada khususnya.

    Baca Juga:  Generasi Muda Diharapkan Aktif Lestarikan Bahasa Bali di Tengah Pengaruh Budaya Global

    Sementara itu, Bupati Jembrana, Nengah Tamba menyampaikan bahwa Gubernur Bali membuat terobosan yang sangat luar biasa. Menurutnya, hal itu bisa dilihat dalam capaian visi pembangunan daerah Bali ‘Nangun Sat Kerthi Loka Bali’ yang dituangkan ke dalam 44 Tonggak Peradaban Penanda Bali Era Baru.

    “Salut – salut,” kata Bupati Tamba seraya menyatakan Gubernur Koster dalam membangun di Bali, juga sangat sayang sekali dengan Kabupaten Jembrana. “Di tahun pertama pemerintahan di Jembrana, kami sudah disupport oleh Bapak Gubernur Bali dengan anggaran Rp. 20 miliar, dan itu sudah kita wujudkan berupa rehab Pura Jagatnatha dan pembangunan Krematorium,” ungkap Tamba. (jus/kb)

     

    Back to top button