Tabanan

Optimalkan Pelayanan Publik, Pemkab Tabanan Launching Aplikasi “SILPa”

    TABANAN, Kilasbali.com – Komitmen mewujudkan optimalisasi di semua lini pelayanan untuk masyarakat, Pemkab Tabanan menghadirkan Aplikasi Sistem Layanan Pajak (SILPa) dan BPHTB online. Nampak, Aplikasi SILPa ini dilaunching secara resmi oleh Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE,MM, pada Rabu, (1/3) bertempat di ruang pelayanan BPHTB dan PBB Bakeuda Tabanan.

     

    Peluncuran secara resmi Aplikasi dengan konsep digital ini disambut bangga Bupati Sanjaya, sebab Kabupaten Tabanan dapat meluncurkan sebuah aplikasi yang ditujukan untuk meningkatkan pelayanan publik. Kegiatan ini juga turut dihadiri oleh Ketua DPRD Tabanan, para Pejabat Pembuat Akta Tanah, Kepala BPN dan Kepala BPD cabang Tabanan, Sekda, para Asisten dan Kepala OPD terkait di lingkungan Pemkab Tabanan.

    Dengan peluncuran aplikasi berbasis digital ini, Bupati Sanjaya meyakini mampu memberikan keuntungan bagi para wajib pajak ataupun masyarakat, karena tidak lagi terdapat banyak alur layanan. Dimana sebelum adanya SILPa terdapat sekitar 8 alur layanan yang membutuhkan proses panjang, namun dengan adanya SILPa hanya diperlukan 5 alur layanan yang cukup singkat.

     

    Baca Juga:  Polisi Gunakan Metal Detector untuk Amankan Pleno Pemilu 2024 di Tabanan

    “Tentu saya sangat mengapresiasi dilaunchingnya aplikasi ini, sebab melalui aplikasi ini saya berharap dapat mempermudah dan mempercepat layanan kepada wajib pajak dan masyarakat dengan teknologi digital. Sistem digitalisasi ini kita sudah tunggu-tunggu dari sejauh hari karena ini merupakan amanah dari semua pihak,” tegas Sanjaya dalam sambutannya saat itu.

     

    Semenjak dilantik menjadi Bupati Tabanan, Sanjaya mempunyai keinginan bahwa Pemkab Tabanan melayani masyarakat dengan amanah. Dimana memasuki era digitalisasi ini, sistem kerja pemerintah harus selalu berbenah. Apalagi Tabanan sudah mencanangkan smart city begitujuga dengan Desa-Desa di Kabupaten Tabanan sudah hampir seluruhnya mempunyai sistem informasi digital.

    Baca Juga:  Pemkab Tabanan Sikapi Inflasi Secara Bijak, Masyarakat Diminta Tetap Kondusif

     

    “Kalau perangkat daerah tidak memiliki sistem informasi digital dan sistem kerja digital, maka kita ketinggalan, sangat-sangat ketinggalan. Ini sangat tidak baik, artinya birokrasi saat ini harus efektif dan efisien. Dipotong mata rantainya yang bertujuan untuk memudahkan segala pelayanan untuk masyarakat,” ucap Sanjaya dengan harapan agar tidak ada lagi keluhan dari masyarakat.

     

    Selain itu, Sanjaya menegaskan, bahwa upaya-upaya perbaikkan ini harus terus dilakukan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Tentunya, banyak hal yang harus dioptimalkan dan perbaikan menuju sistem digitalisasi ini diperlukan komitmen bersama antar perangkat daerah, sehingga hal itu harus ditunjukan melalui kerja secara berkolaborasi, bahu membahu dan bergotong-royong.

    Baca Juga:  Dua Pendaki Tersesat di Gunung Batukaru

     

    “Sekarang ini kita lagi berbenah secara kolektif, biar nanti gak ada sektor-sektor tertentu yang menyebabkan tidak baik. Maka itu tujuan kita, kalau bukan dari kita, lalu siapa lagi. Ayo kita bangkit bersatu membangun Tabanan Era Baru ini. Kalau bukan kita yang memulai, siapa lagi yang akan membangun Tabanan yang kita cintai ini,” pinta Sanjaya.

     

    Politisi asal Dauh Pala Tabanan itu juga tidak memungkiri, bahwa beban pekerjaan di setiap OPD khususnya di Bakeuda sangatlah berat. Untuk itu, Sanjaya menghimbau kepada seluruh OPD agar bekerja maksimal, bekerja fokus, tulus dan lurus tanpa lagi adanya ego sektoral dalam upaya mewujudkan kesejahteraan masyarakat Tabanan yang tentunya sesuai dengan tag line Pemkab, yakni “Bangga Menjadi Orang Tabanan”. (m/kb)

    Back to top button