GianyarPeristiwaSosial

Zona Merah Rabies, Petugas Eliminasi Selektif Anjing Liar

    GIANYAR, Kilasbali.com – Tahun sebelumnya desa yang berkategori zona merah rabies nyaris menyentuh di seluruh kecamatan, tahun ini justru mengembag di Blahbatuh. Terbaru zona yang rawan gigitan anjing rabies ini meliputi Desa Saba, Pering, Keramas dan Bedulu. Hal ini terungkap saat pelaksanaan eliminasi selektif anjing liar di sekitar Jalan Bypass IB Mantra dan Desa Pering.

    Ditemui, Selasa (14/3),  Kepala UPT Keswan Gianyar Sukawati Blahbatuh, Nyoman Arya Darma menyebutkan di Tahun 2023 ini penanganan anjing rabies di pusatkan di Desa Zona merah. Diakuinya, desa zona merah terbaru adalah Desa Pering, Saba, Bedulu dan Keramas.

    Baca Juga:  Tingkatkan Kinerja Sekretariat DPRD Provinsi Bali Luncurkan E-Audiensi

    Diduga, anjing liar di jalur Bypass ini masuk ke pemukiman warga di Desa Saba dan desa lain yang satu jalur dengan Bypass. “Kita konsentrasi eliminasi di jalur By Pass IB Mantra, karena di jalur ini banyak kantong-kantong sampah liar yang juga tempat pembuangan sampah,” jelas Arya Darma.

    Arya Darma menambahkan, saat melaksanakan eliminasi petugas Keswan mendapatkan kesulitan memburu anjing liar karena anjing liar tersebut sudah kabur saat petugas datang. “Anjing liar ini pintar, saat petugas datang, anjing sudah sembunyi sehingga kesulitan eliminasi. Kami baru dapat eliminasi 4 ekor saja,” jelasnya.

    Baca Juga:  Batubulan Paceklik Air, Dirut PDAM Minta Maaf

    Tak hanya itu, eliminasi pada anjing liar di pemukiman, kerap diakui sebagai miliknya, sehingga Tim eliminasi bekerjasama dengan perangkat desa dan Babinkamtibmas dan Babinsa desa setempat.

    “Ini agar memudahkan eliminasi di kawasan pemukiman. Karena saat akan eliminasi tiba-tiba diklaim ada yang memiliki, namun dilepas liar,” jelasnya.

    Sebelumnya di tahun 2021 dan tahun 2022,  wilayah/zona merah rabies adalah Desa Bitera, Tampaksiring, Peliatan, Ubud, Taro, Melinggih, Kelusa, Buruan, Lodtunduh, Sebatu dan Medahan. Sedangkan untuk zona kuning, adalah Desa Lebih, Serongga, Abianbase, Singakerta, Gianyar, Manukaya.

    Baca Juga:  Wow!!! Transaksi Travex BBTF Ditarget Capai Rp 7,61 Triliun

    Bertambah dua desa yaitu Tulikup dan Desa Sidan. Secara umum ada kemungkinan populasi anjing bertambah, dari kisaran 88.833 ekor tersebut. Sedangkan yang dikhawatirkan adalah peningkatan populasi anjing lepas liar, terutama pada tempat-tempat sampah liar. (ina/kb)

    Back to top button