Ekonomi BisnisGianyarPariwisata

Pasar Tematik Ubud Jadi Sentra Kerajinan Khas Bali

    GIANYAR, Kilasbali.com – Gubernur Bali I Wayan Koster meresmikan Pasar Tematik Ubud Rabu (5/4). Perombakan Pasar Tradisional Ubud yang juga menjadi sentra barang kerajinan khas Bali ini merupakan salah satu upaya pemerintah dalam memajukan Pariwisata Gianyar.

    Dalam prosesi peresmian Gubernur Bali, I Wayan Koster, didampingi Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Artha Ardana Sukawati (Cok Ace), Bupati Gianyar, I Made Mahayastra, serta dihadiri pula oleh keluarga Puri Agung Ubud.

    Disela peresmian, Gubernur Koster mengatakan, revitalisasi pasar lama menjadi sekarang ini memang harus dilakukan. Sebab, pasar merupakan salah satu infrastruktur untuk memanjakan wisatawan. Terlebih Ubud merupakan sentra pariwisata di Bali.

    “Ubud adalah sentra pariwisata Gianyar dan story pariwisata Bali. Pembangunan ini adalah upaya pemerintah menjaga dan memajukan wisata di Bali dan Gianyar pada khususnya. Saya apresiasi inisiatif Bupati Gianyar ini,” ujar Koster.

    Baca Juga:  PLTS Tahap 1 Kapasitas 10 MW Sukses Dioperasikan, PLN Tunjukkan IKN Dilayani Energi Bersih

    Politikus PDIP asal Buleleng itu juga mengatakan, pasar ini juga akan menjadi daya tarik wisata. “Ini akan menjadi fasilitas meningkatkan daya tarik dan kualitas layanan pada wisatawan. Dan yang membanggakan dalam pasar ini dibangunnya patung Tjokorda Gde Agung Sukawati sebagai monumen yang melambangkan beliau punya jasa besar pada pariwisata bali, yaitu sejak tahun 1930 an,” ujarnya.

    Baca Juga:  Indosat dan NVIDIA Berkolaborasi Ciptakan Infrastruktur AI Berdaulat di Indonesia

    Ditambahkan oleh Bupati Gianyar, Made Mahayastra mengatakan, Pasar Tematik Ubud merupakan satu dari tujuh pasar di setiap kecamatan di Gianyar. Dia menilai, revitalisasi setiap pasar di Kabupaten Gianyar sangat perlu dilakukan.

    “Dari 7 pasar yang ada, Pasar Seni Sukawati, Guwang dan Ubud merupakan pasar seninya. Dulu bangunannya belum ada estetika,” ujar Mahayastra.

    Lanjutnya, Pasar Ubud ini dibangun dengan anggaran Rp 93 miliar. Diharapkan akan menjadi salah satu objek kunjungan wisatawan.

    Terkait kapan pasar ini akan beroperasi normal, Mahayastra mengatakan secepatnya. Namun per Rabu ini, sejumlah pedagang akan mulai disuruh berjualan di sini. Sebab bertepatan dengan hari baik Purnama Kedasa. “Kami yakin Pasar ini akan menjadi destinasi yang melengkapi fasilitas pariwisata di Gianyar,” bangganya.

    Bupati Mahayastra juga menekankan bahwa setelah pemlaspasan para pedagang akan diarahkan untuk masuk menempati tempat yang disediakan.

    Baca Juga:  Kapolres Gianyar Beri Rewards Personel dan Masyarakat Berprestasi

    “Setelah hari ini kita siapkan pedagang untuk masuk, walaupun tidak 100%, kita akan mulai memasukkan pedagang karena hari ini dilaksanakan pemlaspasan Agung, Pependeman sebagai prosesi atau keyakinan kita di Bali dan Gianyar untuk mereka bisa berjualan,” pungkas Bupati Mahayastra.  (ina/kb)

    Back to top button