BadungEkonomi BisnisPemerintahanTokoh

Bali Memiliki Potensi Kelautan dan Perikanan

    MANGUPURA, Kilasbali.com – Bali memiliki potensi kelautan dan perikanan serta kedudukan yang strategis bagi pembangunan kelautan dan perikanan nasional, termasuk dalam hal perikanan tuna.

    Hal tersebut disampaikan Gubernur Bali, Wayan Koster dalam acara Konferensi Tuna Indonesia dan Forum Bisnis Tuna Pesisir Internasional, di Legian, Kuta, Badung, Rabu (24/5).

    Gubernur Koster menyampaikan, posisi Bali sangat strategis dalam pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya ikan di zona ekonomi eksklusif Indonesia dan perairan laut lepas. Karena,

    lanjut dia, Bali berada di titik tengah daerah penangkapan ikan di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI) 573, Samudera Hindia sebelah Selatan Jawa hingga sebelah Selatan Nusa Tenggara, serta berdekatan dengan WPPNRI 718 (Laut Arafura) dan perairan laut lepas di Samudera Hindia.

    Baca Juga:  Teh Gobo, Teh Berbahan Dasar Sayur Gonda Ciri Khas Desa Bongan

    “Dengan kedudukan ini, Bali berkontribusi cukup signifikan bagi perikanan tangkap Indonesia, khususnya perikanan Tuna-Tongkol Cakalang (TTC),” ujarnya.

    Koster juga mengungkapkan, pusat bisnis perikanan tuna di Bali berpangkalan di Pelabuhan Benoa. Jumlah armada penangkapan ikan berjumlah 762 unit kapal. Produksi tuna, tongkol, cakalang di bali pada tahun 2021 mencapai 51.897,1 ton.

    Di sektor hilir, industri perikanan di Bali didukung oleh 75 Unit Pengolahan Ikan (UPI) Skala Menengah-Besar yang produknya sebagian besar berorientasi ekspor. Ekspor produk perikanan di Bali tahun 2021 mencapai 26.825 ton dengan nilai US$ 131,25 juta.

    Baca Juga:  AHY Buka Reforma Agraria Summit 2024 di Bali

    Sedangkan volume ekspor tahun 2022 mencapai lebih dari 26.468 ton dengan nilai US$ 136,80 juta. Share volume ekspor tuna (segar dan beku) rata-rata 35% dan dari segi nilai rata-rata 45% dari total ekspor produk perikanan Bali.

    “Ekspor produk perikanan Bali sangat didukung oleh keberadaan Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai yang memiliki rute penerbangan langsung ke berbagai negara,” pungkasnya.

    Koster juga menyampaikan, dalam transformasi perekonomian Bali agar tidak lagi didominasi oleh satu sektor pariwisata.

    Karena pariwisata sangat sensitif, pihaknya telah merancang transformasi perekonomian Bali melalui Konsep Ekonomi Kerthi Bali yang lebih bertumpu pada kekuatan dan potensi yang ada di alam Bali. Salah satunya yaitu sektor pertanian dengan sistem pertanian organik hingga sektor kelautan dan perikanan.

    “Khusus untuk Sektor Kelautan dan Perikanan, kami telah memiliki peta kekayaan kelautan di Bali. Bali ini kecil – kecil, ternyata memiliki kekayaan perikanan yang luar biasa, ada perikanan tangkap, ikan hias, dan berbagai sumber daya kelautan yang luar biasa, namun selama ini belum digali dan diberdayakan secara optimal,” ujarnya.

    Baca Juga:  Antari Jaya Negara Raih Apresiasi JCI Indonesia Badung Bali

    Dia berharap, melalui konferensi ini, industri perikanan tuna ke depannya semakin besar kontribusinya terhadap upaya pelestarian sumber daya ikan, wilayah pesisir dan kesehatan laut, serta mendukung peningkatan kesejahteraan nelayan skala kecil. (m/kb)

     

    Back to top button