DenpasarTokoh

Ini Upaya Gubernur Bali Kendalikan Pandemi

    DENPASAR, Kilasbali.com – Gubernur Bali, Wayan Koster mengungkapkan bahwa pihaknya memberlakukan sejumlah tahapan untuk mengendalikan pandemi Covid – 19. Baik secara niskala maupun sekala.

    Hal itu disampaikan Gubernur Koster di sela-sela menerima penghargaan ‘Sustainability Leadership Award’ dari Universitas Trisakti di Gedung Gajah, Jaya Sabha, Denpasar, Sabtu (3/6).

    Menurutnya, kebijakan niskala dan sekala yang dilaksanakan dalam melakukan pengendalian pandemi Covid – 19, bertujuan untuk menjaga kesehatan masyarakat dan mempercepat kepercayaan publik di tingkat nasional hingga internasional terhadap Bali.

    “Ini strategi yang sangat efektif, sampai Bapak Kapolri, Bapak Panglima TNI beserta Pemerintah Pusat memberikan Bali penghargaan dengan kategori Penanganan Pandemi Covid – 19 terbaik,” ungkapnya.

    Baca Juga:  Pergelaran Sendratari ‘Homa Yadnya’ Tutup PKB XLVI/2024
    Gubernur Bali Wayan Koster. foto/hms

    Dia menuturkan, dampak pandemi terhadap ekonomi sangat terasa di Bali. Tercatat, perekonomian Bali mengalami kontraksi minus 9,31 persen atau terendah di Indonesia dan dalam sejarah terendah di Bali.

    Kemudian tahun 2021, pertumbuhan ekonomi Bali membaik menjadi minus 2,47 persen, tahun 2022 semakin membaik dengan tumbuh positif sampai akhir tahun secara akumulatif 4,84 persen, dan triwulan I tahun 2023 perekonomian Bali mencapai 6,04 persen atau diatas nasional.

    “Kenapa perekonomian Bali di triwulan I tahun 2023 bisa mencapai 6,04 persen, meskipun pariwisata Bali belum normal akibat wisatawan domestik belum mencapai 60 persen? Akibat harga tiket pesawat yang mahal dan wisman rata 一 rata ke Bali hanya 14 ribu sampai 15 ribu per hari,” ungkapnya.

    Baca Juga:  Koster Sebut Komunikasi dengan De Gadjah Masih Lanjut

    Dijelaskan, perekonomian Bali di triwulan I tahun 2023 bisa mencapai 6,04 persen, karena hal ini diakibatkan oleh adanya perubahan struktur perekonomian Bali yang berkontribusi terhadap PDRB.

    Walaupun demikian, lanjut dia, pandemi Covid – 19 menjadi pelajaran. Yakni, jelas dia, pertama yang diraih adalah ilmu baru, pengetahuan baru, paradigma baru untuk memecahkan masalah yang belum pernah ada teorinya.

    Pelajaran kedua yang di dapat adalah bagaimana agar ekonomi Bali ke depan tidak lagi bergantung pada dominasi satu sektor pariwisata, namun ekonomi Bali harus ditransformasikan melalui konsep Ekonomi Kerthi Bali.

    Baca Juga:  Tim KSP Sambangi Pemprov Bali, Verifikasi Lapangan Berbagai Isu di Bali

    “Konsep Ekonomi Kerthi Bali memiliki 6 sektor unggulan. Yaitu pertanian dengan pertanian organik, sektor kelautan dan perikanan, sektor industri manufaktur dan industri budaya branding Bali, sektor IKM, UMKM dan koperasi, sektor ekonomi kreatif dan digital, serta sektor pariwisata,” pungkasnya. (jus/kb)

     

    Back to top button