DenpasarTokoh

Bali Mandiri Energi dengan Energi Bersih

    DENPASAR, Kilasbali.com – Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster secara intensif mensosialisasikan capaian program Pemprov Bali yang terangkum dalam “44 Tonggak Peradaban Penanda Bali Era Baru”.

    Mengangkat tema ‘Bali Mandiri Energi dengan Energi Bersih’, Putri Koster hadir menjadi narasumber pada Dialog Interaktif yang disiarkan langsung dari Studio RRI Denpasar, Senin (10/7/2023).

    Acara dialog juga menghadirkan dua narasumber lain yaitu Koordinator Kelompok Ahli Pembangunan Pemerintah Provinsi Bali Prof. I Made Damriyasa dan Kelompok Ahli Pembangunan Bidang Infrastruktur Prof. Ida Ayu Dwi Giri Antari.

    Putri Koster menyampaikan, kegiatan ini bertujuan untuk mengajak masyarakat agar mengetahui dan memahami program yang tengah dilaksanakan oleh Pemprov Bali sebagai penjabaran dari Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali.

    Baca Juga:  1.542 PPPK Guru-Nakes di Tabanan Jalani Pelantikan

    “TP PKK sebagai partner pemerintah mengambil bagian dalam menggerakkan partisipasi aktif masyarakat. Agar tergerak, mereka harus paham terlebih dahulu. Ya, salah satu caranya adalah sosialisasi melalui media,” ucapnya.

    Kali ini, TP PKK Bali secara khusus membahas program Pemprov Bali dalam upaya mewujudkan kemandirian energi dengan kebijakan energi bersih.

    Menurutnya, ini merupakan kebijakan yang sangat positif agar secara bertahap Bali mampu melepaskan ketergantungan dari daerah lain.

    Baca Juga:  Pemprov Bali Cegah Ini Dunia Maya

    “Kemandirian sangat dibutuhkan. Kalau tergantung dan suatu saat ada masalah atau diputus, kita kelimpungan. Apalagi Bali sebagai daerah tujuan wisata membutuhkan pasokan energi listrik yang besar,” urainya.

    Untuk itu, perempuan yang dikenal memiliki multi talenta di bidang seni ini mengajak masyarakat merubah mindset agar berpikir optimis tentang program pemerintah.

    “Jangan di awal sudah pesimis dan menganggap sulit untuk diwujudkan. Ini penting, karena dalam melaksanakan program, pemerintah sangat membutuhkan kepercayaan dan rasa optimis masyarakat,” pungkasnya. (jus/kb)

    Back to top button