Ekonomi BisnisPemerintahanTabanan

Ini Sumber PAD Gianyar

    GIANYAR, Kilasbali.com – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Gianyar bersumber dari Pajak Hotel dan Restoran (PHR) dan Pajak Hiburan. Syukurnya, sektor ini naik pesat lantaran gotong royong pendataan wajiab pajak.

    Termasuk pula kontribusi para perbekel yang dinilai signifikan. Sebagai reward tunjangan Perbekel diusulkan naik di tahuan 2024.

    Bupati Gianyar, Made Mahayastra menjelaskan, dalam menyusun anggaran pembangunan pada anggaran yang dituangkan dalam KUA-PPAS 2024, pihaknya menyelaraskan perencanaan pembangunan daerah dengan kebijakan pembangunan nasional. Hal itu agar pemanfaatan sumber daya manusia (SDM) lebih efektif.

    Disebutkan, tahun 2023 ini, sektor Pajak Hotel dan Restoran (PHR) dan Pajak Hiburan, angkanya diprediksi akan lebih dari triliun rupiah di penghujung tahun 2023.

    Baca Juga:  Hingga Mei 2024, Realisasi Retribusi Parkir Tabanan Sudah 50 Persen

    Terlebih, pascastatus pandemi ditetapkan menjadi endemi, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Bali meningkat. Ini mendorong kenaikan PAD Gianyar.

    “Struktur pendapatan PAD kita, masih didominasi dari pajak daerah. Namun kita juga tetap melaksanakan penerimaan di luar pajak seperti retribusi dan hasil dari pengelolaan kekayaan daerah,” ujar Mahayastra.

    Lantaran berkontribusi dalam mendata wajib pajak yang selama ini tercecer, sebutnya, para perbekel juga layak menerima cipratan positifnya PAD.

    Baca Juga:  Ratusan Anak-anak di Gianyar Masuk Katagori Terlantar

    “Para Perbekel ini berperan dalam meningkatkan pendapatan pajak, karena itu sangat tepat jika mereka juga mendapatkan keuntungan atas kinerjanya. Namun kami pastikan, pemberian tunjangan tak mempengaruhi program utama pemerintah, yakni pendidikan, kesehatan dan penuntasan masyarakat miskin. Bahkan di tahun 2024, anggaran untuk ini meningkat,” ujar Mahayastra.

    Di tahun 2024 nanti, lanjutnya, belanja daerah secara umum akan diarahkan pada kesehatan, pendidikan, sosial budaya dan perataan pembangunan. Serta berupaya meningkatkan daya beli masyarakat, mengurangi kemiskinan dan sebagainya.

    “Saya sampaikan, dalam belanja 2024 juga akan ada kenaikan tunjangan kepala desa sebesar Rp 2,5 juta, termasuk juga struktur di bawahnya antara Rp 100 – Rp 200 ribu,” ujar Mahayastra, lalu mendapat sorak-sorai kades yang hadir dalam sidang tersebut. (ina/kb)

    Back to top button